Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi memastikan penanganan banjir yang melanda wilayah Cibodas, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, telah selesai dilakukan.
Banjir yang terjadi pada Sabtu, 25 Januari 2026 itu ditangani selama tiga hari hingga seluruh genangan air surut dan material sisa banjir berhasil dibersihkan dari permukiman warga.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cimahi, Thohthoh, mengatakan tim BPBD bersama para relawan langsung bergerak sejak hari pertama kejadian hingga kondisi lingkungan kembali aman dan layak huni.
“Penanganan dilakukan sampai air benar-benar surut dan pembersihan material banjir selesai. Alhamdulillah, saat ini kondisi sudah normal kembali,” ujar Thohthoh, Rabu (28/1/2026).
Selama masa tanggap darurat, BPBD Cimahi juga mendirikan dapur umum mandiri untuk membantu warga terdampak yang tidak dapat beraktivitas akibat rumah mereka terendam banjir. Dapur umum tersebut melayani kebutuhan konsumsi sekitar 156 kepala keluarga atau rumah terdampak.
“Karena banyak rumah terendam dan warga tidak bisa memasak, kami dirikan dapur umum mandiri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” jelasnya.
Selain melakukan penanganan di wilayah Cibodas, BPBD Kota Cimahi turut menurunkan personel ke sejumlah lokasi lain yang terdampak bencana, seperti Kelurahan Baros, Karang Mekar, Citeureup, dan Cibabat. Penanganan juga dilakukan terhadap rumah warga yang roboh akibat cuaca ekstrem.
Terkait sisa puing dan material banjir, BPBD Cimahi telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk proses pengangkutan serta pembersihan lanjutan agar tidak mengganggu aktivitas warga.
Meski demikian, Thohthoh mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia serta luasnya wilayah terdampak menjadi tantangan dalam penanggulangan bencana di Kota Cimahi.
“Kendala utama ada pada keterbatasan personel dan kondisi medan di beberapa lokasi. Penanganan bencana memang membutuhkan banyak tenaga,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





