Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Sebanyak 183 siswa SMP se-Kota Cimahi mengikuti pelatihan kedisiplinan yang digelar di Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas) TNI Angkatan Darat. Program ini dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.
Dalam wawancaranya, Ngatiyana menegaskan bahwa Pusdikjas dipilih karena memiliki tradisi pembinaan fisik dan mental yang kuat.
“Pusdikjas ini adalah pusat pendidikan jasmani militer, jasmani pasti terjaminlah di sini. Anak-anak kita titipkan di sini untuk dilatih kedisiplinan, kemauan keras, dan kerja keras. Harapannya, nanti siswa SMP ini memiliki dasar karakter yang kuat dalam kinerjanya,” ujar Ngatiyana.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada fisik semata, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan dan tanggung jawab.
“Ini salah satunya melatih bagaimana anak-anak ini sebagai pemimpin masa depan. Yakinlah, dititipkan di lingkungan TNI, pasti hidupnya disiplin dan memiliki kemauan untuk masa depannya,” imbuhnya.
Selama tiga hari mengikuti pelatihan, para siswa diwajibkan mengikuti aturan ketat layaknya kehidupan militer, mulai dari bangun tidur hingga waktu istirahat malam. Semua aktivitas diatur dengan ketat, termasuk larangan penggunaan gawai dan media sosial.
“Medsos dan HP dirampas semua, dititipkan. Jadi selama tiga hari mereka fokus, tidak boleh main HP,” jelas Ngatiyana.
Wali Kota Cimahi juga menekankan pentingnya pembentukan mental agar siswa tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
“Harapan ke depan, anak-anak ini mentalnya kuat, punya tanggung jawab, dan tidak lembek. Etika sekarang pun sering berkurang. Karena itu, mereka harus dibiasakan hidup serba diatur, agar bisa disiplin,” katanya.
Lebih lanjut, Ngatiyana mengungkapkan bahwa pelatihan di Pusdikjas diproyeksikan dapat menjadi bekal bagi siswa yang bercita-cita menjadi TNI atau Polri.
“Kalau ada yang ingin menjadi TNI Polri, disinilah tempatnya, di Pusdikjas ini mereka berlatih, siap lahir batin untuk menjadi pemimpin,” ucapnya.
Pelatihan ini dirancang bukan untuk semua siswa, melainkan hasil seleksi guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah. Siswa yang dinilai membutuhkan pembinaan khusus, terutama terkait kedisiplinan, diprioritaskan untuk mengikuti program ini.
“Guru BK yang menyeleksi, mereka menilai siapa yang perlu dititipkan di sini. Jadi bukan anak yang terjaring jam malam, melainkan siswa yang membutuhkan pembinaan,” jelasnya.
Selama berada di Pusdikjas, siswa juga diajarkan nilai kebersamaan, jiwa korsa, kerjasama, hingga semangat saling tolong-menolong. Semua diarahkan agar mereka mampu menumbuhkan karakter dasar yang kuat.
“Salah satunya melatih persamaan gerakan, kebersamaan dalam melangkah, jiwa korsa, kerjasama, saling tolong menolong. Yang penting, anak-anak punya dasar karakter dulu, nanti bisa dikembangkan,” tutur Ngatiyana.
Atas terselenggaranya program ini, Wali Kota Cimahi menyampaikan apresiasi kepada Komandan Pusdikjas AD yang telah mendukung penuh pembinaan siswa SMP di Cimahi.
“Ini adalah salah satu upaya pemerintah Kota Cimahi untuk mendisiplinkan siswa. Saya ucapkan terima kasih kepada Komandan Pusdikjas AD, mudah-mudahan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi anak-anak kita, baik dari sekolah negeri maupun swasta,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





