Teropong Indonesian, KOTA CIMAHI – Dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, semangat nasionalisme di Kota Cimahi kembali bergelora.
Sebanyak 38 pelajar terpilih dari berbagai SMA dan sederajat menjalani pelatihan intensif sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Cimahi.
Pelatihan ini bukan hanya menjadi ajang pembentukan fisik dan mental, tetapi juga simbol kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan lembaga militer.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara langsung membuka pelatihan tersebut dan memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap disiplin dan fokus dalam menjalani setiap tahap latihan.
Ia menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pengibar bendera, tetapi representasi generasi muda yang siap memimpin bangsa ke depan.
“Paskibraka bukan hanya baris-berbaris, tapi juga soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan jiwa nasionalisme. Mereka ini calon pemimpin masa depan,” ujar Ngatiyana, Senin (11/08/2025) di Aula Gedung A.
Pelatihan Paskibraka tahun ini mendapat dukungan penuh dari 45 personel TNI yang berasal dari Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) dan Pusdik Komlek.
Kolaborasi ini memanfaatkan keberadaan berbagai pusat pendidikan militer yang ada di Kota Cimahi, menjadikan pelatihan lebih disiplin, terstruktur, dan berstandar tinggi.
Ngatiyana menilai bahwa keberadaan Pusdik militer di Cimahi merupakan aset penting bagi pembangunan karakter generasi muda di daerah.
“Kami bersyukur Cimahi memiliki banyak pusdik TNI. Ini menjadi keunggulan yang tidak semua kota miliki. Maka tak heran jika kualitas paskibraka kita selalu meningkat setiap tahunnya,” ungkapnya.
Prestasi membanggakan juga datang dari dua peserta Paskibraka Kota Cimahi yang berhasil lolos ke tingkat Provinsi Jawa Barat. Salah satunya adalah siswa dari SMA Taruna Nusantara Cimahi yang dikenal dengan kedisiplinannya.
“Ini bukti bahwa anak-anak Cimahi mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Kita harus bangga dan terus memberikan dukungan,” tambah Ngatiyana.
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya merayakan HUT ke-80 RI secara seremonial, tapi juga dengan makna yang mendalam.
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang kuat.
“Mari rayakan hari kemerdekaan dengan sukacita, namun juga dengan pemahaman akan makna perjuangan. Semangat nasionalisme harus terus kita kobarkan,” pungkasnya.
Bagi para siswa yang belum terpilih menjadi Paskibraka tahun ini, Ngatiyana berpesan agar tidak berkecil hati dan terus berlatih.
“Kesempatan akan selalu datang bagi yang mempersiapkan diri. Semangat juang harus terus menyala,” ujarnya.
Dengan pembinaan yang serius, dukungan dari TNI, dan semangat anak-anak muda Cimahi, pelaksanaan upacara pengibaran bendera pada 17 Agustus mendatang dipastikan berjalan khidmat, penuh semangat, dan membanggakan. (Gani Abdul Rahman)





