Pondok Pesantren Al-Fath Lepas Mahasantri untuk Bekerja dan Berdakwah di Luar Negeri

Teropong Indonesia KOTA SUKABUMI – Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath menggelar stadium general bertajuk “Membangun Kemandirian Pesantren dan Alumni untuk Mewujudkan Pemberdayaan Umat”, yang dirangkaikan dengan pelepasan mahasantri program KSB2 dan DSSB2 OSCIKA PPK Go Internasional. Acara ini digelar di Ponpes Dzikir Syeh Quro, Rabu (6/8/2025).

Sebanyak 29 mahasantri dilepas untuk bertugas dan bekerja di luar negeri, antara lain di Masjidil Haram (Mekah), Jepang, dan Kuwait.

Pimpinan Ponpes Al-Fath, KH Fajar Laksana, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan pesantren, dakwah internasional, serta penguatan peran pesantren dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Yang diberangkatkan hari ini ada 21 orang ke Masjidil Haram (Mekah), dan 7 orang lainnya ke Jepang dan Kuwait. Alhamdulillah pelepasan ini disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Bapak Dr. Endi Suhendi, juga dari Kemendagri Kota Sukabumi, Bapak Haji Rijal, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Bapak Abdul Rachman,” ujarnya.

KH Fajar menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi laporan kepada Kemendagri Pusat tentang program-program unggulan yang dimiliki Ponpes Al-Fath. Ia menjelaskan bahwa sesuai undang-undang, pondok pesantren kini memiliki tiga fungsi utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan.

“Untuk fungsi dakwah, kami memiliki lebih dari 25 majelis yang rutin berdakwah ke pelosok Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Bahkan, saat ini sudah tiga tahun kami melakukan pembinaan di Pulau Buru, daerah minoritas dengan banyak mualaf,” jelasnya.

Sementara untuk pemberdayaan, Ponpes Al-Fath aktif mengirimkan alumni santri ke berbagai negara, tidak hanya untuk bekerja, tapi juga untuk berdakwah sambil mencari nafkah.

“Mereka tidak sekadar bekerja, tapi juga berdakwah di negara tempat mereka berada, seperti Jepang, Kuwait, Turki, Mekah, Madinah, dan Dubai. Inilah program nyata yang kami jalankan: santri berdikari, berdakwah, dan membawa manfaat bagi umat,” tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *