Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Di balik kesibukannya menata dagangan sembako dan menyiapkan gorengan setiap pagi, Tini Haryani menyimpan harapan besar untuk mempertahankan usaha kecil yang menjadi sumber nafkah keluarganya.
Warga RT 04 RW 05, Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi itu mengaku sangat terbantu dengan program bantuan modal usaha Qardhul Hasan yang digagas Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.
Setiap hari, Tini berjualan sembako di rumahnya. Sementara gorengan seperti tempe mendoan ia titipkan ke sejumlah warung di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Usaha sederhana itu menjadi tumpuan ekonomi keluarga di tengah berbagai kebutuhan hidup yang terus meningkat.
“Alhamdulillah, saya mendapat bantuan modal usaha yang sangat membantu kami para pedagang kecil. Bantuan ini diberikan dengan ikhlas untuk menolong usaha kami agar bisa berkembang,” ujar Tini dengan mata berbinar.
Yang membuatnya semakin bersyukur, bantuan tersebut tidak membebani penerima dengan bunga pinjaman. Pengembalian modal dilakukan secara ringan dengan jangka waktu hingga 10 bulan.
“Pengembaliannya tanpa bunga. Ada jeda waktu dan dicicil per bulan selama 10 bulan. Ini sangat meringankan bagi kami yang usahanya kecil,” tuturnya.
Bagi Tini, program ini bukan sekadar bantuan modal, melainkan suntikan harapan bagi masyarakat kecil yang selama ini berjuang mempertahankan usaha di tengah keterbatasan.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya kepada Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana yang telah menghadirkan program pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota H. Ayep Zaki dan Bapak Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Semoga amal jariah ini membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin banyak masyarakat kecil yang merasakan manfaatnya,” ucapnya penuh haru.
Program Qardhul Hasan menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam membuka akses permodalan yang lebih adil bagi pelaku usaha mikro. Bagi warga seperti Tini, bantuan tersebut bukan hanya menambah modal dagang, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa masih ada tangan-tangan yang peduli terhadap perjuangan masyarakat kecil untuk bangkit dan mandiri. (fal)





