Rugi Belasan Juta Rupiah, Gerai Es Krim di Cimahi 2 Kali Dibobol Dalam Sepekan

Teropong Indonesia, CIMAHI – Aksi pencurian yang menimpa sebuah gerai es krim dan minuman di Jalan Kerkhof, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, kembali mengundang perhatian publik. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi pelaku beredar luas di media sosial dan menuai beragam respons dari warganet.

Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Seorang pria yang diduga beraksi seorang diri terekam masuk ke dalam gerai dan membawa kabur uang tunai serta satu unit telepon genggam milik toko.

Yang memprihatinkan, kejadian tersebut bukan kali pertama dialami gerai tersebut. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, lokasi usaha itu telah dua kali menjadi sasaran pencurian dengan total kerugian mencapai sekitar Rp14 juta.

Ryan, pegawai gerai yang pertama kali datang saat pergantian shift pagi, mengaku terkejut saat mendapati kondisi tempat kerjanya telah porak-poranda.

“Saya yang pertama kali mengetahui kejadian ini saat masuk kerja pagi. Kondisinya sudah berantakan, plafon bolong dan handphone yang biasanya ada di dekat kasir sudah hilang,” ujar Ryan saat ditemui, Jumat (5/6/2026).

Setelah melakukan pengecekan rekaman CCTV, pihak gerai mendapati seorang pria terlihat berada di area kasir dan membongkar laci penyimpanan uang. Dari hasil pemeriksaan di lokasi, pelaku diduga masuk melalui atap bangunan.

Beberapa genting ditemukan hilang dan sejumlah bagian plafon mengalami kerusakan cukup parah. Pelaku diduga bergerak melalui ruang di atas plafon sebelum akhirnya menemukan akses untuk masuk ke dalam gerai.

“Pelaku kemungkinan masuk melalui celah di atap lalu bergerak di atas plafon. Beberapa bagian plafon yang jebol diduga diinjak pelaku saat mencari jalan turun ke dalam gerai. Setelah itu, pelaku turun dengan menginjak kulkas sebelum menuju area kasir,” jelas Ryan.

Dalam aksi pencurian terbaru tersebut, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp3 juta dan satu unit telepon genggam milik toko. Kerugian itu menambah panjang daftar kerugian yang harus ditanggung pemilik usaha akibat aksi kriminal yang berulang.

Sebelumnya, pada Februari 2026, gerai yang sama juga menjadi sasaran pencurian. Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil menggasak uang tunai sekitar Rp11 juta yang tersimpan di dalam toko.

Hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kedua aksi pencurian tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama. Namun pola masuk melalui bagian atas bangunan menjadi salah satu petunjuk yang tengah menjadi perhatian pihak korban.

Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran pelaku usaha kecil terhadap maraknya aksi pencurian yang menyasar tempat usaha saat kondisi sepi pada dini hari. Para pelaku usaha berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan pengawasan di kawasan yang rawan tindak kriminal.

Sementara itu, rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial diharapkan dapat membantu proses identifikasi pelaku sekaligus menjadi petunjuk bagi aparat dalam mengungkap kasus tersebut. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *