Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi, Jum’at (1/8/2025).
Saat ditemui di rumah dinas, Wali Kota menegaskan komitmennya untuk bekerja sesuai dengan aturan dan membuka ruang dialog bagi masyarakat.
“Terkait aksi unjuk rasa yang kemarin terjadi kembali di Balai Kota, bahkan sempat dilakukan juga di rumah dinas, saya sudah mengetahui arahnya ke mana. Namun, saya akan tetap bekerja sesuai dengan amanah undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku,” ujar Ayep Zaki.
Ia menambahkan bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan, pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh elemen lembaga, baik secara vertikal maupun horizontal. Wali Kota juga mengakui bahwa dalam proses pembangunan pasti akan ada pihak-pihak yang tidak puas.
“Ketidakpuasan itu hal yang wajar. Tidak mungkin semua pihak bisa merasa puas. Tapi saya membuka ruang untuk berdialog dengan siapapun, termasuk mahasiswa. Saya sudah tegaskan sejak awal, bahwa saya terbuka untuk berdialog,” katanya.
Ayep menekankan bahwa Kota Sukabumi adalah milik seluruh warganya, dan dirinya hanya diberi amanah untuk memimpin selama lima tahun. Ia meminta agar segala aspirasi disampaikan melalui mekanisme resmi.
“Kalau ingin menyampaikan aspirasi, silakan datang secara baik-baik. Kirim surat resmi, tunjuk perwakilan, dan bawa data yang relevan. Saya pasti akan menerima sesuai dengan waktu dan kesibukan saya,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Wali Kota menyatakan bahwa dirinya memiliki komitmen kuat untuk membangun Kota Sukabumi dengan pendekatan yang konstruktif dan sesuai konstitusi. (rifal)





