Budaya  

Cimahi Tegaskan Identitas Budaya Lewat Pasanggiri Mapag Panganten Sunda ke-5

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Gemuruh kendang, lenggak-lenggok penari, dan semerbak bunga melati mengiringi semaraknya Pasanggiri Kreasi Upacara Mapag Panganten Sunda ke-5 yang digelar di Gedung Technopark Cimahi.

Ajang tahunan besutan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi ini sukses memikat perhatian publik Jawa Barat.

Sebanyak 20 grup seni terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat unjuk kebolehan dalam menafsirkan prosesi sakral Mapag Panganten tradisi penyambutan pengantin khas Sunda yang sarat makna, filosofi, dan estetika.

Melalui gerakan tari yang anggun, iringan musik tradisional yang dinamis, hingga kostum adat yang memesona, setiap penampilan menjadi wujud nyata kekayaan budaya yang hidup dan berkembang.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat Sunda.

“Hari ini, kita tidak sekadar mengadakan lomba, tapi merawat warisan leluhur. Mapag Panganten bukan sekadar tontonan, melainkan jati diri yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Ngatiyana.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kesinambungan seni tradisi melalui inovasi dan kolaborasi lintas elemen.

“Anak muda harus jadi pelaku, bukan sekadar penonton. Kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat adalah kunci agar budaya ini terus hidup dan berkembang,” Pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Cimahi sebagai kota yang tak hanya dikenal dengan identitas militer dan teknologinya, tetapi juga sebagai kota budaya yang bersinar di jantung Jawa Barat.

Pasanggiri Mapag Panganten bukan sekadar kompetisi seni, tetapi perayaan warisan budaya yang memperkuat nilai-nilai luhur di tengah arus modernisasi. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *