Ragam  

Wali Kota Sukabumi Gelar Pengajian Rutin dan Wasiatkan Dana Abadi Wakaf untuk Kepentingan Masyarakat

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, terus menguatkan sinergi antara nilai keagamaan dan pembangunan kota melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap bulan di rumah dinas.

Tak hanya itu, pengajian juga dilaksanakan secara bergiliran di tujuh kecamatan dan seluruh kelurahan setiap malam Jumat, serta pengajian khusus ibu-ibu yang digelar setiap hari Rabu.

Dalam pengajian yang digelar pada Rabu malam, 10 Juli 2025, di rumah dinas, Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan komitmennya untuk mewakafkan dana abadi yang ia dedikasikan sepenuhnya untuk kemaslahatan masyarakat Kota Sukabumi.

Dana wakaf tersebut, menurutnya, akan dinotariskan agar menjadi milik Kota Sukabumi dan tidak dapat diwariskan. Pengelolaan dana ini nantinya akan dilakukan oleh Badan Eksekutif Wakaf Daerah.

“Dana wakaf ini saya wasiatkan untuk masyarakat. Akan dikelola secara amanah dan profesional, serta digunakan untuk program sosial seperti bantuan untuk tukang becak dan kebutuhan masyarakat lainnya,” ujar Ayep Zaki.

Pengajian rutin juga dimanfaatkan sebagai wadah transparansi informasi kepada warga. Dalam setiap kesempatan, Wali Kota memaparkan perkembangan Kota Sukabumi, mulai dari kondisi keuangan daerah, fiskal, hingga kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Warga diberi ruang untuk menyampaikan kritik dan saran sebagai bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan.

Wali Kota juga menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis, seperti Direktur Utama di lingkungan BUMD maupun PDAM, harus berdasarkan integritas dan kompetensi yang teruji. Setiap calon pejabat wajib menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) agar terpilih figur yang benar-benar mampu membawa perubahan positif.

Dalam kesempatan itu, Ayep Zaki juga menyoroti sejumlah persoalan krusial di Kota Sukabumi, di antaranya:

Perbaikan Infrastruktur Jalan Dari total 60 kilometer jalan rusak di kota, sebanyak 20 kilometer telah berhasil diperbaiki. Ia menargetkan seluruhnya rampung dalam tiga tahun ke depan melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kemudian masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang tertunda lebih dari 10 tahun menjadi prioritas utama. Pembenahan Pasar dan Parkir, Penataan Pasar Pelita serta manajemen parkir menjadi bagian dari agenda penting pemerintah kota. Optimalisasi layanan air bersih juga menjadi fokus agar masyarakat mendapat pelayanan maksimal.

Melalui pengajian dan keterbukaan informasi, Ayep Zaki berharap masyarakat dapat turut berperan dalam mewujudkan Kota Sukabumi yang transparan, religius, dan progresif. Ia menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.

“Pemerintahan tidak bisa berjalan sendiri. Maka penting ada ruang komunikasi langsung seperti ini agar masyarakat tahu arah pembangunan, sekaligus bisa menyampaikan aspirasinya,” pungkasnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *