TEROPONG INDONESIA, Bandung Barat-, Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Koding dan KA) dirancang untuk memberikan dampak positif kepada peserta didik, seperti kemampuan berpikir logis dan analitis. Kedua bidang tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan dan kesiapan dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga mengembangkan pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab etis.
Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam dunia pendidikan modern. Integrasi Koding dan KA dalam pendidikan tidak hanya untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan penyelesaian masalah, tetapi juga mengajarkan berbagai keterampilan esensial yang mencakup berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, etika KA, human-centered mindset, design system KA, dan teknik KA.
Melalui berpikir komputasional mengajarkan peserta didik untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan efisien dengan melakukan proses dekomposisi (memecah masalah besar menjadi bagian kecil), dan pengenalan pola, abstraksi, serta algoritma yang membantu peserta didik memahami dan menangani tantangan digital. Dengan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkeadilan, pendidikan di Indonesia diharapkan tidak hanya mampu mencetak generasi yang berdaya saing tinggi, tetapi juga memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan berkualitas.
Hj. Lestari Rahayu, S.E., M.M, Analis Kebijakan Ahli Muda Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jabar Wilayah VI menjelaskan melalui In House Training / IHT yang diselenggarakan di SMAN 1 Ngamprah hari ini, para guru mulai dilatih untuk fokus pada Pembelajaran Koding & Kecerdasan Artifisial (KA). Serta Kesehatan Mental, Sekolah Adiwiyata dan sekolah ramah anak untuk mempersiapkan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan.
“Kegiatan IHT dilaksanakan dengan petunjuk dari Kemendikdasmen, mulai dari para narasumbernya yang terdiri dari perwakilan lembaga penyelenggara diklatnya / LPD, serta syarat kepesertaan dan sumber pembiayaan IHT nya khusus dari Bantuan Oprasional Satuan Pendidikan / BOSP Kinerja atau boleh juga dari BOSP Reguler ” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online di ruang Kepala SMAN 1 Ngamprah (9/7/2025)
Selain itu, sebagai perwakilan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jabar Wilayah VI, pihaknya menyempatkan memberikan pembinaan langsung kepada para guru di Satuan Pendidikan untuk meningkatkan kedisiplinan atau mengingatkan berbagai aturan / rambu-rambu yang harus dipatuhi oleh aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).





