TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Wakil DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Saan Mustopa meninjau lokasi bencana tanah longsor sekaligus memberikan bantuan untuk para korban di wilayah Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (14/12).
Kedatangan Saan Mustopa yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini, didampingi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki – Bobby Maulana serta Ketua DPD Partai NasDem Kota Sukabumi Mulyono.
Sebelum ke lokasi bencana tanah longsor Saan Mustopa beserta rombongannya memantau Posko Tanggap Darurat Bencana, di Kantor Kecamatan Gegerbitung, kemudian langsung bergeser melihat kondisi para korban terdampak bencana yang mengungsi ke tenda pengungsian.
Disana dirinya bersama Ayep Zaki dan Bobby Maulana beserta tim menyapa para korban terdampak bencana di tenda pengungsian yang dirikan BNPB, tepatnya Kampung Sedong, RT16/05, Desa Karangjaya. Selain itu, memberikan bantuan kepada mereka.
Saan Mustopa juga langsung beranjak ke Kampung Baen, Desa Karangjaya yang jaraknya lebih dari 1 KM dengan berjalan kaki, karena akses untuk menuju kesana sulit untuk dilalui roda empat.
Nampak warga menyambut antusias rombongan ini, bahkan Saan bersama Ayep dan Bobby berdialog langsung dengan wara menanyakan kondisi mereka pasca terjadinya bencana alam yang menewaskan satu orang warga.
“Kita sempat berdialog dengan warga di tenda pertama, mereka ada rasa kecemasan, apalagi kalau malam takut terjadi lagi longsor. Kita harap nanti BPBD Kabupaten Sukabumi bisa menanangai, terutama terkait potensi terjadinya longsor lagi,” ujar Saan Mustopa kepada awak media.
Menurutnya, harus ada jalan keluar yang kongkrit agar warga tidak meras cemas dan khawatir terjadi kembali longsor hingga menimbulkan korban jiwa.
“Ini yang penting, supaya warga mulai terhindar dari kecemasan-kecemasan, mereka rata rata tadi tanya, lebih kepada cemas, khawatir terjadi longsor kembali. Jadi ini harus dicarikan jalan keluar, untuk memberikan rasa aman dari sisi psikologis dan itu sangat penting,” paparnya.
Adapun terkait bantuan logistik, dari hasil pemantauan dan keterangan dari kepala desa sudah cukup. Namun, di sisi lain mereka sangat membutuhkan tenaga medis serta obat obatan.
“Dari sisi bantuan logistik dan sebagainya saya tanya kepada kepala desa, warga itu mereka sudah cukup banyak. Tapi mereka butuh tenaga medis yang banyak, obat obatan, karena memang sekian lama di tenda suasana hujan, suasana kecemasan, itu memang membutuhkan kehadiran tenaga media,” imbuhnya.
“Saya juga sempat tadi bertemu dengan tenaga medis dari puskesmas dua orang ya dan menyebutkan kebutuhan mereka terkait dengan obat-obatan serta tenaga medisnya,” sambung Saan.
Disinggung terkait rekolasi korban terdampak bencana tanah longsor, Saan Mustopa menyebut menjadi pemikiran bersama. Hal ini agar tidak ada kecemasan, sehingga penting dipikirkan relokasi bagi mereka.
“Kita pikirkan supaya tidak cemas, ada kepastian untuk merelokasi mereka yang bertempat tinggal di bawah tebing, karena suasana cuaca yang seperti sekarang itu memang sebaiknya mereka bisa menghindari tempat tempat tinggal di tebing tebing. Makanya kita imbau segera dipikirkan jalan keluar untuk menyelesaikan terkait dengan persoalan tersebut,” jelasnya.
Saan menegaskan, dirinya juga akan mendorong untuk mengevaluasi daerah Sukabumi ini yang banyak perbukitan, gunung, sungai, dan sebagainya.
“Kalau misalnya pohon ditebang, ada penambangan di atasnya galian galian C, ini harus ditata ulang. Jadi komisi terkait, kementerian terkait bisa mengevaluasi kenapa bencana-bencana seperti longsor banjir akibat kerusakan lingkungan menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Calon Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengaku ke lokasi tanah longsor yang menelan korban jiwa ini untuk yang kedua kalinya. Hanya saja kali ini dirinya dan Bobby Maulana mendampingi Wakil Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil DPR RI.
“Saya mendampingi beliau dan memberikan bantuan kepada para korban bencana di daerah Kecamatan Gegerbitung. Termasuk juga bantuan untuk korban bencana di kota 6 titik,” cetus Ayep Zaki.
Senada dengan Saan Mustopa, warga merasa ada kecemasan dan kekhawatiran terjadi kembali longsor. Maka dari itu, selain relokasi dibutuhkan pemulihan psikis para korban terdampak bencana ini.
“Kedua ada permintaan mereka yaitu kebutuhan tenaga medis, karena kalau bantuan logistik saya lihat di kecamatan sudah banyak dan cukup. Jadi saat ini penting pemulihan psisik dan tenaga medis,” tandasnya. (rifal).





