Mantan Atlet Atletik Marathon PON 1996, Akhmad Sobarna Jadi Guru Besar

TEROPONG, BANDUNG – Ketua Program Studi Magister Penjas STKIP Pasundan, Prof. Dr. Akhmad Sobarna, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih gelar Profesor dalam bidang ilmu Pendidikan Olahraga.

Akhmad Sobarna menjadi pengajar ke dua yang meraih gelar guru besar setelah Ketua STKIP Pasundan Prof. Dr. Drs. Dedi Supriadi, M.Pd. AIFO.

Adapun SK resmi guru besar telah dikeluarkan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten pada tanggal 15 Desember 2023, di mana Akhmad Sobarna menjadi guru besar ke-85 di LLDIKTI Wilayah IV Jabar dan Banten sepanjang tahun 2023.

Seperti yang disampaikan Prof. Ahmad Sobarna, Senin (18/12/2023), menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini, bahwa segala prestasi yang diraihnya selalu diarahkan untuk meningkatkan kualitas institusi, khususnya STKIP Pasundan dan Yayasan Perguruan Tinggi Pasundan secara umum.

Dalam perjalanan karirnya, Prof. Dr. Akhmad Sobarna menceritakan bahwa awalnya tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang guru besar.

“Semasa kecil tidak terpikir untuk menjadi guru, karena saya berasal dari keluarga petani dan memiliki impian menjadi insinyur pertanian, takdir yang membawa saya untuk mengajar di STKIP Pasundan dalam bidang pendidikan jasmani hingga akhirnya menjadi guru besar,” tuturnya.

Ditanya terkait pengalamannya dalam meraih gelar sarjana hingga guru besar, Akhmad Sobarna menjelaskan bahwa pendidikan adalah suatu proses mendewasakan diri, sebuah seni yang menciptakan hal-hal bermanfaat, khususnya di dunia olahraga.

“Dari S1 hingga S3, saya melihat adanya kesinambungan seperti tangga yang membantu dalam menyimpulkan mana yang benar dan mana yang salah,” ucap dia, Senin (18/12/2023).

Adapun terkait penelitiannya, Prof. Akhmad Sobarna fokus pada ranah keilmuan pendidikan olahraga sesuai dengan ijazahnya.

Ia menekankan pentingnya Tridharma perguruan tinggi, yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Konsistensinya dalam bidang ini tercermin pada mata kuliah yang diampunya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, Disdik Jabar Antisipasi di Sekolah

“Harapannya ke depan mudah-mudahan dapat berkontribusi lebih lanjut di dunia olahraga, mengemas pengetahuan dalam ilmu yang telah didalami. Bagi dosen yang sedang berjuang meningkatkan karir mengajarnya, saya juga mendorong untuk mengimplementasikan pengabdian masyarakat sesuai dengan prinsip yang berlaku,” harapnya.

Selain menjadi Dosen Penjas di STKIP Pasundan, saya diamanahkan sebagai Ketua Harian KONI Kota Cimahi, seperti halnya Kepercayaan yang diberikan oleh Ketua Umum KONI Kota Cimahi.

H. Aris Permono, yang baru terpilih jadi Ketua Umum KONI Kota Cimahi, masa bakti 2023-2027, pihaknya mengatakan bahwa sangat membutuhkan Akademisi-Akademisi, yang dengan pemikirannya, idenya dan hasil pemikiran ilmiahnya sangat diperlukan oleh KONI Kota Cimahi.

Maka KONI Kota Cimahi, sangat memerlukan Guru Besar seperti, Prof. Dr. H. Akhmad Sobarna, M.Pd, yang dimana KONI Kota Cimahi ingin mendongkrak prestasi yang lebih baik lagi.

Selain Akademisi seperti Guru Besar tersebut, memang KONI Kota Cimahi, akan merekrut Doktor-Doktor Olahraga Seperti Dr. Dr. H. Rony M. Rizal, M.Si., Dr. Sumbara Hambali, M.Pd., Dr. YOPI meirizal, M.Pd., Dr. Silvy Yuditya, M.Pd. Dr. Akhmad Olih Solihin, M.Pd, yang mumpuni dan akan ditempatkan sesuai dengan Keahliannya seperti di Ranah BIMPRES, tutur H. Aris.

“Saya juga menyampaikan terimakasih kepada Ketua STKIP Pasundan Prof. Dedi Supriadi yang telah mendidik dan mempromosikan saya di Magister Penjas hingga menjadi Guru Besar, semoga saya dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan institusi,” pungkas Prof. Akhmad Sobarna. (Red).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *