Wali Kota Cimahi Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Kebakaran, Aparatur Kelurahan Dilatih Jadi Garda Terdepan

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kebakaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Wali Kota Cimahi, Letkol Purn. Ngatiyana, di Aula Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti aparatur kelurahan dan kecamatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat sekaligus pihak pertama yang sering dihubungi saat terjadi kondisi darurat di lingkungan warga.

Dalam sambutannya, Ngatiyana menyoroti karakteristik Kecamatan Cimahi Tengah sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di Kota Cimahi. Menurutnya, kepadatan tersebut menjadi potensi besar dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, namun juga menyimpan risiko bencana yang harus diantisipasi bersama.

Salah satu ancaman yang perlu mendapat perhatian serius adalah kebakaran, yang kerap dipicu oleh kelalaian manusia, korsleting listrik, hingga penggunaan instalasi gas yang tidak memenuhi standar keamanan.

“Karena itu kegiatan pelatihan ini sangat penting dan strategis. Kita tidak boleh menunggu hingga bencana datang untuk mulai belajar menyelamatkan diri,” tegas Ngatiyana.

Ia menegaskan bahwa upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kebakaran merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan visi Cimahi MANTAP, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Menurutnya, penanganan kebakaran tidak hanya menjadi tugas petugas pemadam kebakaran semata, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama aparatur kewilayahan yang berada paling dekat dengan warga.

Karena itu, Ngatiyana berharap para peserta pelatihan dapat memahami berbagai prosedur tanggap darurat, mulai dari langkah-langkah pencegahan, evakuasi mandiri, hingga teknik penyelamatan dasar saat menghadapi situasi kebakaran.

“Melalui pelatihan ini, saya mengharapkan seluruh peserta mampu memahami prosedur tanggap darurat, mulai dari tindakan pencegahan, evakuasi mandiri, hingga penyelamatan dasar,” ujarnya.

Selain peningkatan kapasitas individu, Wali Kota juga menekankan pentingnya membangun sistem komunikasi dan koordinasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah wilayah, serta petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, respons yang cepat dan tepat sangat bergantung pada kelancaran informasi dan sinergi antar pihak.

“Koordinasi yang solid akan membuat penanganan di lapangan berjalan cepat, tenang, dan terarah saat terjadi insiden kebakaran,” katanya.

Ngatiyana juga mengingatkan para peserta untuk mengikuti seluruh materi pelatihan dengan sungguh-sungguh. Ia menilai pengetahuan mengenai penanganan kebakaran bukan hanya bermanfaat dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga menjadi keterampilan hidup yang dapat menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain.

Lebih jauh, ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta semata, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana semakin meluas.

“Saya harap ilmu yang didapatkan hari ini dapat dibagikan kembali kepada keluarga, tetangga, dan warga di lingkungan masing-masing, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Ngatiyana turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut.

Ia berharap pelatihan ini mampu melahirkan aparatur kewilayahan yang lebih sigap, terampil, dan siap bertindak saat menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, Kecamatan Cimahi Tengah dapat menjadi wilayah yang tangguh, aman, dan memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi ancaman kebakaran.

“Kesiapsiagaan adalah kunci utama. Semakin banyak masyarakat yang memahami cara mencegah dan menangani kebakaran, maka semakin besar pula peluang kita untuk meminimalkan risiko dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *