Sementara itu, Kasubag Humas DPRD Kabupaten Bantul, Hari Tri Wahyudi mengatakan bahwa media yang bekerja sama dengan sekwan DPRD Bantul hanya terbatas.
Menurutnya, keterbatasan tersebut dikarenakan persoalan anggaran belanja untuk media DPRD Kabupaten Bantul yang sangat minim.
“Disini sendiri, kita sudah ada Forum Pewarta DPRD Kabupaten Bantul, disitu ada pokja. Ya, tapi kita akui hanya sedikit media yang bermitra karena ketat aturannya. Jika disebut paling berkisar di belasan media jumlahnya. Semua media sudah dipastikan hampir terverifikasi,” ujar dia pada awak media Jurnalisbicara.com, Kamis (12/05/2023).
Ia pun meyakini kemiteraan DPRD Cimahi dirasa jauh lebih baik. Hal itu dikarenakan PAD Cimahi masuk kategori kota besar yang produktif sebagai penyangga ibu kota Jawa Barat.
“Ojo dibandingke, Cimahi pasti lebih baik. Di sini PAD juga kecil, semua ekonomi lebih banyak bermuara di Yogyakarta. Paling penambahan pemberdayaan KUKM serta sektor pariwisata saja,” pungkas dia.
Di singgung terkait PAD kabupaten Bantul terutama dari sektor pariwisata, pihaknya menjelaskan soal dampak kongkrit pasca pandemi covid-19.
“Benar, seperti yang dipertanyakan pimred dari Tabloid JUBIR. Pendapatan kita hanya mencapai 82 % dari sektor pariwisata. PAD menurun sekali disebabkan karena dampak Covid-19 yang hingga kini dalam tahap pemulihan. Disinilah media-media di Bantul berperan aktif dalam menguatkan informasi,” ungkap dia.
Hadir dalam studi komparatif, Kabag Persidangan dan Perundang-undangan DPRD Kota Cimahi, Ruswanto, Amd, LLAJJ, ATD, M.Si, Penata Humas, Pirman Gultom, Taufik Kurohman, Nurul Emina, staff DPRD Cimahi serta 38 jurnalis yang tergabung dalam Setwan DRPD Cimahi. Red (Adv).*





