TEROPONG INDONESIA – Nama legendaris di industri perlengkapan berkendara tanah air, Respiro Indonesia, resmi kembali hadir di pasar setelah lebih dari satu dekade absen.
Kebangkitan ini bukan sekadar mengembalikan nama lama, melainkan membawa wajah baru dengan inovasi dan standar keamanan yang ditingkatkan, menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dibandingkan sekadar fungsi gaya atau penahan angin.
Business Head Respiro Indonesia, Ayi Sunandar menjelaskan, seluruh lini produk terbaru dikembangkan dengan filosofi berbeda dari kebanyakan produk sejenis.
Jika banyak konsumen menganggap jaket motor hanya berfungsi melindungi dari terpaan angin dan debu, Respiro merancang koleksinya agar mampu memberikan perlindungan nyata saat terjadi risiko kecelakaan.
Setiap produk dilengkapi pelindung khusus di area bahu, siku, hingga punggung yang dirancang untuk meminimalkan risiko cedera.
“Banyak orang masih menganggap jaket hanya pelengkap berkendara. Kami ingin mengubah pandangan itu. Produk kami tetap nyaman dipakai sehari-hari, namun dibangun dengan standar keamanan tinggi sehingga bisa diandalkan melindungi tubuh saat dibutuhkan,” ujar Ayi, Kamis (11/6/2026).
Lebih dari sekadar meluncurkan produk, strategi kebangkitan Respiro juga difokuskan pada membangun kembali kedekatan dengan penggemar dan komunitas pengendara. Bagi Respiro, ini bukan sekadar kegiatan bisnis, melainkan upaya membangun gerakan bersama untuk meningkatkan budaya keselamatan berkendara di Indonesia.
“Kami ingin membangun ikatan yang kuat dengan komunitas. Ini bukan soal menjual barang, tapi mengajak seluruh pengendara untuk memahami pentingnya perlindungan diri. Kami ingin menjadi bagian dari solusi menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Dari sisi harga, Respiro menawarkan keseimbangan antara kualitas, teknologi, dan daya beli masyarakat. Dengan fitur lengkap dan material unggulan, harga yang ditetapkan dianggap layak dijadikan investasi jangka panjang untuk keselamatan.
Ayi juga mengingatkan pentingnya memilih perlengkapan yang sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh, serta memastikan standar keamanan terpenuhi.
Sebagai langkah awal, Respiro telah membuka toko utama di Madiun yang sekaligus diharapkan mendorong perekonomian daerah. Pengembangan selanjutnya dilakukan melalui kerja sama dengan komunitas di Jakarta dan Bandung, sebelum nantinya diperluas secara bertahap ke seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, Marketing Manager Respiro Indonesia, Salman Akbar Kusuma menambahkan, di tengah persaingan pasar yang ketat dan kondisi ekonomi yang dinamis, Respiro membawa keunggulan tersendiri melalui teknologi material hasil pengembangan internal bernama Piro-Tex.
Teknologi ini dirancang khusus untuk menjaga suhu tubuh pengendara tetap stabil pada kisaran 36–38 derajat Celcius, tidak terlalu panas saat cuaca terik maupun tidak terlalu dingin saat malam hari.
“Suhu tubuh yang terjaga dengan baik membuat pengendara tetap fokus dan waspada selama perjalanan. Ini adalah nilai tambah dari sisi keamanan yang belum banyak dimiliki produk sejenis. Kami ingin membuktikan bahwa berkendara bisa tetap menyenangkan selama didukung perlengkapan yang tepat dan berkualitas,” jelas Salman.





