Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Cimahi pada Jumat siang (24/10/2025) kembali memunculkan persoalan klasik di kawasan Jalan Pesantren, Cibabat.
Dalam waktu kurang dari satu jam, ruas jalan di sekitar pertigaan Pesantren-Cibabat berubah menjadi aliran air deras hingga setinggi mata kaki orang dewasa.
Menurut warga, banjir yang terjadi kali ini bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga karena saluran drainase di sepanjang Jalan Pesantren yang tidak berfungsi dengan baik.
“Air itu datangnya cepat sekali, dari arah atas langsung meluap ke jalan. Parit di depan rumah itu sudah lama mampet, enggak pernah dibersihkan,” ujar Rohmat (47), saat ditemui di lokasi.
Genangan air juga masuk ke beberapa halaman rumah dan kios warga. Sejumlah pengendara motor yang melintas di jalur tersebut tampak kesulitan menembus genangan, bahkan sebagian memilih berhenti di tepi jalan untuk menunggu air surut.
“Kalau hujan besar, pasti banjir. Drainase di sini banyak yang tertutup cor beton, airnya enggak punya tempat lari,” tambah N (35), pemilik warung di pinggir jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, air mengalir deras dari arah jl. Raya Cibabat Atas menuju pertigaan Jalan Pesantren dan arah pesantren ke jalan raya Cibabat.
Beberapa titik tampak tidak memiliki saluran pembuangan yang jelas, sementara lubang drainase yang ada tertutup sampah dan sedimen tanah.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tertahan di badan jalan, mengakibatkan lalu lintas tersendat. Kendaraan dari arah RS Cibabat menuju Jalan Cihanjuang terpaksa melambat karena genangan cukup dalam dan licin. (Gani Abdul Rahman)





