Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi menuai keluhan dari para pelaku usaha setempat. Proyek perbaikan jalan yang dilakukan secara tidak menentu, baik siang maupun malam hari, dinilai berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi warga.
Salah seorang karyawan toko, Naya, mengungkapkan bahwa pengerjaan jalan tersebut membuat omzet toko tempatnya bekerja menurun drastis hingga 50 persen.
Ia menyebut, kondisi jalan yang sedang diperbaiki membuat banyak pelanggan mengira toko tutup dan akhirnya beralih ke tempat lain.
“Imbasnya omzet jadi turun sampai 50 persen. Banyak orang mengira toko kami tutup, jadi mereka pindah ke toko lain. Sekarang pembeli jadi sepi,” ujarnya.
Di toko tersebut, lanjut Naya, terdapat sekitar 10 karyawan yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas penjualan harian. Penurunan omzet tentu berpengaruh terhadap pendapatan mereka.
Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya informasi bagi masyarakat terkait akses menuju toko-toko yang terdampak proyek. Menurutnya, perlu ada solusi dari pemerintah agar usaha mereka tetap bisa berjalan.
“Harapannya ada solusi dari pemerintah, misalnya diberi petunjuk bahwa toko masih buka, diarahkan parkir di mana, atau dipasang plang supaya pelanggan tahu,” katanya.
Berdasarkan informasi yang beredar, proyek perbaikan jalan tersebut diperkirakan berlangsung hingga sekitar 150 hari. Selama proses itu, para pelaku usaha di sepanjang Jalan Gudang dipastikan akan terdampak.
Sebelum pengerjaan dimulai, sejumlah toko di kawasan tersebut seperti toko bangunan, butik, hingga warung makan masih beroperasi normal. Namun, setelah proyek berjalan, sebagian mengalami penurunan aktivitas, bahkan ada yang terpaksa tutup sementara.
Para pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan, serta menghadirkan solusi konkret agar keberlangsungan usaha dan pendapatan karyawan tetap terjaga. (fal)





