Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, bersama Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menggelar silaturahmi dengan jajaran perbankan yang ada di Kota Sukabumi. Pertemuan berlangsung di Ruang Utama Balai Kota Sukabumi, Senin (22/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut, hadir sekitar 16 lembaga perbankan di antaranya BSI, OCBC, BWS, CCB Indonesia, BCA, BJB, BRI, Bank Muamalat, BPR Supra, Bank Sinarmas, BTN, Bank Mandiri, Bank Panin, hingga BNI.
Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menyampaikan bahwa forum silaturahmi ini menjadi ajang menerima masukan dari perbankan untuk bersama-sama memajukan perekonomian Kota Sukabumi. Salah satu isu utama yang dibahas adalah rendahnya dana pihak ketiga serta penyaluran kredit di daerah.
“Fenomena yang muncul sekarang adalah kekhawatiran masyarakat menyimpan uang di bank karena persoalan pajak. Akibatnya, sebelum penutupan buku setiap bulan, dana pihak ketiga dicairkan terlebih dahulu agar tidak terdeteksi pajak, kemudian dimasukkan kembali. Hal ini tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ungkap Ayep.
Menurutnya, masukan dari perbankan akan disampaikan melalui Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke forum resmi, baik ke Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Bank Indonesia (BI), maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ayep juga mengajak masyarakat Sukabumi untuk tetap menabung di bank. “Dana pihak ketiga sangat penting karena akan disalurkan dalam bentuk kredit. Kredit inilah yang menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perbankan, khususnya dalam mendukung program sosial.
“Kita memiliki beberapa program sosial, salah satunya Program PPKS (Penyandang Permasalahan Kesejahteraan Sosial). Saat ini, baru BJB yang bekerja sama dengan Baznas. Per minggu ada bantuan bagi lima orang penerima, berupa uang Rp1 juta dan paket sembako senilai Rp500 ribu. Sejak Agustus sudah ada 45 titik penerima manfaat,” jelas Bobby.
Ia berharap ke depan semakin banyak perbankan yang terlibat sehingga jumlah penerima bantuan dapat meningkat hingga 10–20 orang per minggu, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Selain itu, Bobby juga mengajak perbankan untuk berkolaborasi dalam menjaga kebersihan kota menjelang penilaian Adipura. Salah satunya dengan menyiapkan tempat sampah di setiap kantor perbankan maupun toko.
“Minimal kita bisa menekan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Ini penting agar Kota Sukabumi bisa meraih hasil maksimal dalam penilaian Adipura,” ujarnya.
Bobby turut menyinggung penataan pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini masih dalam kajian bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Rencana penataan tersebut mencakup penyediaan lahan, penyamarataan desain gerobak, hingga pendampingan bagi para PKL agar lebih tertata rapi. (rifal)





