Teropong Indonesia –, Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Digital di Kabupaten Sumedang menjadi perhatian berbagai pihak. Selain memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat penerapan sistem pemilihan berbasis digital secara langsung.
Seluruh anggota DPRD Kabupaten Sumedang mendapat tugas dari pimpinan DPRD untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkades Serentak Digital yang digelar di 92 desa yang tersebar di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.
Perwakilan anggota DPRD yang turun langsung melakukan pengawasan yakni Asep Kurnia, S.H., M.H., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Golkar, yang memantau pelaksanaan Pilkades Digital di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung.
Di desa tersebut, pelaksanaan pemilihan berlangsung melalui 11 tempat pemungutan suara (TPS). Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas DPRD untuk melihat secara langsung jalannya pemilihan di tingkat desa.
Asep Kurnia, yang akrab disapa Akur, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia serta masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades Serentak Digital.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja mempersiapkan serta melaksanakan pemilihan, juga kepada masyarakat yang telah berpartisipasi. Semua pihak memiliki peran penting agar pelaksanaan Pilkades ini dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan,” ujar Akur, Rabu (28/10).
Menurutnya, partisipasi masyarakat dan kesiapan penyelenggara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa. Karena itu, pengawasan secara langsung diperlukan untuk melihat proses pemilihan sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan sebagaimana mestinya.
Pelaksanaan Pilkades Serentak Digital di Desa Cihanjuang juga menarik perhatian dari luar daerah. Dalam kunjungan tersebut, hadir perwakilan dari Kabupaten Bandung yang datang untuk melihat secara langsung sekaligus mempelajari penerapan sistem Pilkades Digital di Kabupaten Sumedang.
Kunjungan itu menjadi kesempatan untuk bertukar informasi mengenai pelaksanaan pemilihan berbasis digital di tingkat desa. Pengalaman yang diperoleh di lapangan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain yang ingin memahami penerapan sistem serupa.
Akur menilai, pelaksanaan Pilkades tidak hanya berkaitan dengan proses pemungutan suara dan penentuan calon kepala desa terpilih, tetapi juga menyangkut partisipasi warga, kesiapan panitia, serta penerapan sistem yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hal menarik lainnya, usai menggunakan hak pilih, masyarakat juga mendapatkan pelayanan cek kesehatan gratis dari tenaga kesehatan Kecamatan Cimanggung.
Kehadiran layanan kesehatan tersebut memberikan manfaat tambahan bagi warga yang datang ke lokasi pemilihan. Dengan demikian, kegiatan Pilkades tidak hanya menjadi ruang partisipasi demokrasi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Akur menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur, mulai dari panitia, masyarakat, pemerintah kecamatan hingga tenaga kesehatan, menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang baik kepada warga.
“Harapan kita, pelaksanaan Pilkades Serentak Digital ini dapat menjadi pengalaman yang baik bagi masyarakat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan cek kesehatan gratis. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan ke depan,” ungkapnya.
Pengawasan yang dilakukan anggota DPRD di berbagai desa diharapkan dapat menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan Pilkades Serentak Digital di Kabupaten Sumedang, sekaligus mendorong penyelenggaraan pemilihan kepala desa yang tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.





