INDRAMAYU – Masuknya dua pejabat dari Pemkab Cirebon untuk menduduki posisi moncer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, menjadi perbincangan hangat di kalangan pejabat dan kalangan politisi di kota Mangga.
Mereka berdalih masuknya pejabat ini seolah olah kabupaten Indramayu tidak memiliki sumber daya manusia yang mumpuni sehingga harus mengambil orang dari luar Indramayu.
“Uwis gah mas Plt di Indramayu mah wis ana sing nguwadahi,” jelas sumber kepada media.
Dijelaskan, bahwa sudah fix ada dua nama yang akan menduduki jabatan sebagai kepala PUPR dan kepala Badan Keuangan Daerah.
“Dari mereka ini nantinya akan dipersiapkan untuk menduduki jabatan sebagai Sekretaris Daerah,” jelas sumber yang dekat dengan lingkungan pendopo kepada media, Selasa (14/07/2026).
Dijelaskan sumber, dua orang asal Cirebon ini tengah dikawal hingga ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) oleh Kepala Badan BKPSDM Muhammad Zaenal Muttaqin untuk dapat menduduki posisi tersebut.
“Restu dari BKN ini yang akan dijadikan modal untuk diteruskan kepada bupati Indramayu hingga melantik keduanya secara definitif ,” jelasnya.
Kondisi ini, kata sumber, jelas sangat memprihatinkan seolah olah kabupaten Indramayu tidak memiliki potensi untuk menduduki jabatan tersebut.
Ketambahan lagi, dengan diangkatnya Arya Tenggara yang digadang gadang oleh lingkaran orang penting di pendopo untuk menduduki jabatan sebagai Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu yang menggantikan Maulana.
Ini membuktikan kejelasan adanya campur tangan orang orang di lingkaran pendopo yang mengusung Arya Tenggara menduduki posisi tersebut.
“Kami menilai Arya di posisi yang sekarang saja bagian umum. Sementara jabatan orang nomor satu di PUPR harus orang orang yang matang di lapangan dan memiliki kualifikasi ke PU an,” jelas sumber lagi.
Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu menyoroti serius terkait keberadaan SDM yang mampu mengisi jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah di Indramayu
“masih ada SDM di kabupaten Indramayu yang sangat layak untuk menduduki jabatan strategis tersebut. Kenapa harus mengambil dari luar kabupaten Indramayu yang belum tahu karakter masyarakatnya ” jelas Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Indramayu, Endang Effendi.
Menurut Endang, terciumnya aroma tak sedap ini terkait Kisruh pelaksanaan uji kompetensi (ujikom) talenta di Kabupaten Indramayu yang mengikutsertakan dua pejabat dari Kabupaten Cirebon sebagai langkah yang sangat memprihatinkan.
Menurut dia, meskipun secara aturan diperbolehkan, kebijakan tersebut tetap menimbulkan pertanyaan dari sisi moral.
“Hal itu sangat memprihatinkan dan cacat moral. Meskipun secara aturan dibolehkan, tapi secara moral dipertanyakan,” ujar Endang Effendi.
Ia mempertanyakan alasan dilibatkannya pejabat dari luar daerah dalam proses tersebut.
Menurutnya, Kabupaten Indramayu seharusnya memiliki sumber daya manusia yang mampu mengisi jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah.
“Pertanyaannya apakah di Indramayu sudah tidak ada orang pintar? Apakah sistem birokrasi di sini tidak mampu menghasilkan orang yang kompeten sehingga harus mencari calon kepala dinas dari kabupaten luar?” katanya.
Endang mengaku kecewa sebagai putra daerah yang telah lama berproses di Indramayu. Ia berharap pemerintah daerah kabupaten Indramayu memberikan kepercayaan lebih besar kepada aparatur maupun sumber daya manusia asal Indramayu.
“Terus terang saya kecewa sebagai orang Indramayu yang berproses di Indramayu. Mau sampai kapan kita impor terus ini,” ucap Endang Efendi.
Menanggapi hal tersebut, kepala BKPSDM Kabupaten Indramayu Muhammad Zaenal Mutaqien membantah bahwa dirinya mengawal dua pejabat asal Cirebon tersebut untuk menduduki jabatan moncer di lingkungan Pemkab Indramayu.
Zaenal berdalih bahwa masuknya dua pejabat dari Cirebon itu didasari pada kondisi kabupaten Indramayu yang selalu berada diperingkat terakhir baik itu tingginya angka kemiskinan dan rendahnya peningkatan investasi daerah, sehingga diperlukan orang orang yang memiliki potensi dan jejaring hingga luar negeri.
“Ga ada kepentingan mas..Zaenal itu apalah. Yang kami lihat Kompetensi dan inilah yang dibutuhkan Indramayu. Bila Indramayu ingin mengejar ketertinggalannya,” jelas Zaenal.





