Berita  

Babah Mackdown: Mengapa Panca Bahas Vandalisme, Bukan Kawal Tuntutan Masyarakat?

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Tokoh Aksi Bela Rakyat 2626, Babah Mackdown, mempertanyakan kapasitas Panca yang mendatangi Bagian Hukum Pemerintah Kota Sukabumi untuk membahas dugaan vandalisme dalam aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (8/7/2026).

Menurut Babah Mackdown, langkah tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Ia menilai apabila Panca mengatasnamakan diri sebagai bagian dari masyarakat, maka seharusnya fokus pengawalan diarahkan pada substansi tuntutan aksi, bukan pada persoalan dugaan vandalisme.

“Saya mempertanyakan kapasitas saudara Panca saat menemui Bagian Hukum Pemda. Datang sebagai siapa? Kalau memang merasa bagian dari masyarakat, mestinya yang dikawal adalah perjuangan masyarakat, bukan justru fokus pada persoalan lain yang berpotensi mengaburkan substansi tuntutan aksi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan utama dalam aksi tersebut bukan terletak pada insiden yang terjadi saat demonstrasi, melainkan berbagai tuntutan yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Sukabumi.

Babah Mackdown juga mempertanyakan apakah Panca memahami seluruh tuntutan yang dibawa peserta aksi. Salah satunya, kata dia, terkait pencairan gaji ke-13 yang menurutnya baru direalisasikan setelah adanya tekanan melalui aksi demonstrasi.

“Apakah saudara Panca mengetahui seluruh tuntutan aksi? Salah satunya mengenai gaji ke-13 yang akhirnya cair setelah masyarakat menyampaikan aspirasi. Mengapa hal seperti itu tidak ikut dikawal? Bukankah itu menyangkut hak masyarakat dan para aparatur yang berhak menerimanya?” katanya.

Selain itu, ia menyinggung persoalan hak RT/RW yang saat itu disebut belum terealisasi, serta tunjangan kinerja (tukin) ke-13 yang menurutnya hingga kini masih menjadi keluhan karena belum diterima oleh pihak yang berhak.

“Kalau benar berpihak kepada masyarakat, seharusnya ikut memperjuangkan hak RT/RW yang saat itu belum cair dan mempertanyakan tukin ke-13 yang hingga sekarang masih menjadi keluhan. Itu yang semestinya menjadi perhatian bersama, bukan hanya memperbesar isu vandalisme,” tegasnya.

Menurut Babah Mackdown, masyarakat turun ke jalan karena merasa berbagai aspirasi dan rekomendasi yang telah disampaikan tidak memperoleh respons sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar perhatian publik tidak bergeser dari substansi persoalan yang menjadi alasan utama aksi berlangsung.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk praktisi hukum dan aktivis, tetap menjaga independensi dalam menyikapi dinamika di Kota Sukabumi serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan kelompok tertentu.

“Silakan berbeda pendapat, tetapi jangan sampai perjuangan masyarakat kehilangan arah. Yang harus dikawal adalah keadilan, transparansi, dan pemenuhan hak-hak masyarakat. Itu yang menjadi tujuan utama kami,” pungkas Babah Mackdown. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *