BAZNAS Sumedang Siap Perkuat Pemberdayaan

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan

Pewarta : Steven Gervan

Teropong Indonesia –, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan pentingnya penguatan sinergi berbagai instrumen filantropi Islam sebagai langkah strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., dalam kegiatan BAZNAS Knowledge Sharing bertema “Sinergi Pilar Filantropi Islam untuk Pengentasan Kemiskinan” yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS RI.

Kegiatan yang diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/Kota se-Indonesia secara daring tersebut menyoroti pentingnya integrasi zakat, infak, sedekah, wakaf, serta berbagai dana sosial keagamaan lainnya sebagai instrumen pemberdayaan umat.

Menurut Dr. Zainut, kolaborasi antar pilar filantropi Islam memiliki potensi besar dalam menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam menekan angka kemiskinan dan memperkuat ketahanan ekonomi umat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan, menyambut baik arahan dan gagasan yang disampaikan BAZNAS RI. Menurutnya, sinergi seluruh instrumen filantropi Islam merupakan langkah yang sangat relevan dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.

“Kami di BAZNAS Kabupaten Sumedang terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Arahan dari BAZNAS RI ini semakin memperkuat komitmen kami untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga wakaf dan organisasi sosial lainnya, sehingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar H. Ayi Subhan, Selasa (23/6).

Ia menambahkan, sinergi filantropi Islam tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada program-program produktif yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis zakat dan dana sosial keagamaan lainnya dapat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumedang,” tambahnya.

BAZNAS Kabupaten Sumedang berharap semangat kolaborasi yang terus didorong oleh BAZNAS RI dapat semakin memperkuat peran filantropi Islam sebagai solusi nyata dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *