Ragam  

Muscab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi 2026 Bahas Pemilihan Ketua Baru dan Program Kerja Lima Tahun

Teropong Indonesia,KOTA SUKABUMI – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Sukabumi Tahun 2026 digelar di Sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Sukabumi, Kamis (14/05/2026).

Kegiatan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pemilihan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) periode 2026–2031, pemilihan Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), hingga penyusunan program kerja lima tahun ke depan.

Ketua Kwarcab Demisioner Raden Koesoemo Hutaripto, menyampaikan bahwa masa kepengurusan periode 2021–2026 telah berakhir sehingga diperlukan kepemimpinan baru untuk melanjutkan roda organisasi.

“Pada hari ini kita melaksanakan Muscab untuk menentukan kepengurusan periode 2026–2031. Masa kepengurusan kami 2021–2026 telah selesai, sehingga hari ini akan ditentukan Ketua Kwarcab yang baru hingga tahun 2031,” ujarnya.

Selain pemilihan Ketua Kwarcab, Muscab juga membahas pemilihan Ketua Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab serta penyusunan program kerja strategis lima tahun mendatang.

“Jadi, ada tiga agenda utama yang dibahas dalam Muscab ini, yaitu pemilihan Ketua Kwarcab, pemilihan Ketua LPK, dan penyusunan program kerja ke depan. Semua dilakukan melalui pleno dan insyaallah berjalan kondusif,” katanya.

Terkait pencalonan Ketua Kwarcab, Raden Koesoemo menjelaskan bahwa hingga saat ini hanya terdapat satu calon, yakni , yang juga merupakan istri Wali Kota Sukabumi. Dengan hanya satu kandidat, proses pemilihan berpotensi dilakukan secara aklamasi.

Ia menjelaskan, calon Ketua Kwarcab harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya aktif di kepramukaan minimal lima tahun terakhir, baik di tingkat Kwarcab, Kwartir Ranting (Kuaran), maupun Gugus Depan.

“Bu Ranti telah melampirkan surat keterangan keaktifan selama lima tahun dan telah memenuhi syarat pencalonan. Selain itu, tujuh Kwartir Ranting dari tujuh kecamatan juga memberikan rekomendasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Raden Koesoemo juga berharap Gerakan Pramuka tetap menjadi wadah pembinaan generasi muda yang netral dan terbebas dari kepentingan politik.

“Pramuka harus tetap menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda. Jangan sampai dimasukkan unsur-unsur yang tidak sesuai dengan pembinaan generasi muda. Secara politik, Pramuka harus tetap netral dan terlepas dari kepentingan politik,” tegasnya.

Ia juga berharap adanya peningkatan dukungan anggaran untuk kegiatan kepramukaan di Kota Sukabumi. Menurutnya, anggaran yang selama ini berkisar sekitar Rp350 juta masih belum mencukupi kebutuhan organisasi dan pengembangan fasilitas.

“Kami berharap anggaran bisa meningkat, kalau memungkinkan hingga Rp1 miliar. Karena kegiatan Pramuka sangat banyak, mulai dari tingkat ranting hingga gugus depan sekolah. Selain itu, kami juga ingin memperbaiki bumi perkemahan yang selama ini cukup terbengkalai akibat keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menitipkan pesan kepada ketua terpilih agar pelaksanaan kegiatan nasional seperti Jambore Nasional (Jamnas) tidak lagi membebani peserta didik secara biaya.

“Harapannya ke depan peserta Jamnas bisa dibiayai penuh oleh Kwarcab. Jangan lagi dibebankan kepada peserta didik, karena ini juga menyangkut martabat daerah di tingkat nasional,” pungkasnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *