Dituding Terima Dana Ilegal, Ketua PK KNPI Cibadak Tegas: Itu Fitnah, Uang Hanya untuk Sewa Ruko

Teropong Indonesia,KOTA SUKABUMI – Ketua PK KNPI Kecamatan Cibadak, Mochamad Silmi, angkat bicara secara tegas terkait beredarnya bukti transfer yang dikaitkan dengan dugaan aliran dana dari bos obat terlarang kepada dirinya.Ia memastikan, tuduhan tersebut adalah fitnah dan tidak sesuai fakta.

Silmi menjelaskan, uang yang ditransfer tersebut murni untuk pembayaran sewa ruko selama enam bulan, bukan seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan.

“Saya sangat dirugikan. Fakta transfer itu untuk sewa ruko di wilayah Karang Tengah, bukan untuk hal ilegal seperti yang dituduhkan. Itu sangat jauh berbeda dengan narasi yang beredar,” tegas Hilmi dalam konfrensi pers di sekre KNPI Kabupaten Sulabumi, Sabtu (29/3/2026).

Ia juga meluruskan, lokasi yang disebut dalam pemberitaan berbeda dengan fakta di lapangan. Dalam isu yang beredar, disebutkan lokasi di Lembur Sawah, sementara transaksi sewa ruko yang dimaksud berada di Karang Tengah.

“Lokasinya saja sudah berbeda. Itu jelas tidak benar. Bahkan dari RT, RW sampai aparat setempat juga mengetahui bahwa informasi itu tidak sesuai fakta,” ujarnya.

Silmi mengungkapkan, awalnya dirinya hanya diminta membantu proses penyewaan ruko oleh pihak penyewa yang mengaku akan membuka usaha sembako dan kosmetik. Ia pun membantu, termasuk rencana renovasi awal.

“Namanya juga membantu orang usaha. Awalnya bilang mau jual sembako dan kosmetik. Saya bantu proses sewa dan persiapan awal,” jelasnya.

Namun, dalam perjalanannya, Silmi mengaku mendapat informasi, usaha tersebut diduga menyimpang. Ia pun langsung mengambil tindakan tegas.

“Begitu ada informasi dugaan penjualan obat terlarang, saya langsung menutup kegiatan itu. Saya tidak pernah terlibat, apalagi mendukung,” tegasnya.

Ia juga membantah tudingan, dirinya menjadi pihak yang mengoordinir atau terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut, termasuk isu pembuatan petisi oleh warga.

“Tidak ada tanda tangan saya, tidak ada keterlibatan saya. Itu semua narasi yang dibuat-buat,” ujarnya.

Menurut Silmi, munculnya isu ini diduga dilatarbelakangi oleh konflik pribadi dari pihak tertentu yang merasa tidak puas, hingga kemudian menyebarkan informasi yang tidak benar.

“Ini seperti skenario yang dibangun untuk menjatuhkan saya. Saya tidak tahu-menahu soal tuduhan itu,” katanya.

Terkait beredarnya bukti transfer, Silmi menegaskan, hal tersebut sudah dijelaskan kepada pihak tertentu, termasuk media yang pertama kali memberitakan. Bahkan, menurutnya, sempat ada permintaan maaf karena kesalahan informasi.

“Sudah ada yang menghubungi dan mengakui ini kekeliruan. Tapi kemudian muncul lagi pemberitaan baru tanpa konfirmasi ke saya. Ini jelas melanggar etika,” tegasnya.

Ia juga menyoroti penggunaan foto dirinya tanpa izin serta pemberitaan sepihak tanpa upaya konfirmasi.

“Foto saya dipakai tanpa izin, berita dibuat tanpa konfirmasi. Ini tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Silmi menyatakan akan menempuh jalur hukum bersama kuasa hukum dan dukungan keluarga besar KNPI.

“Kami akan laporkan ini ke pihak kepolisian. Ini sudah merusak nama baik saya dan organisasi. Intinya, pemberitaan ini tidak benar dan harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *