DLH Cimahi Tegaskan Hindari Koran Sekali Pakai Saat Salat Id, Tekan Lonjakan Sampah Lebaran

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak menggunakan koran sebagai alas saat pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah.

Langkah ini diambil untuk menekan lonjakan sampah kertas yang kerap terjadi usai ibadah massal tersebut.

Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menegaskan bahwa penggunaan koran sekali pakai berpotensi memperparah timbulan sampah, terutama di lokasi salat Id yang dipadati jamaah.

“Masyarakat sebaiknya membawa sajadah pribadi berbahan kain atau alas lain yang bisa digunakan kembali. Ini langkah sederhana, tetapi berdampak besar dalam mengurangi sampah,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Imbauan ini bukan tanpa dasar. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran Wali Kota Cimahi Nomor 11 Tahun 2026 tentang Ramadan Minim Sampah dan Pengendalian Sampah Idul Fitri, serta tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Nomor 3 Tahun 2026.

DLH mencatat, volume sampah rumah tangga selama Ramadan hingga Idul Fitri cenderung meningkat signifikan, terutama dari sisa makanan dan kemasan sekali pakai. Lonjakan ini dipicu tingginya konsumsi masyarakat serta penggunaan produk yang sulit didaur ulang.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Cimahi mendorong penerapan pola hidup minim sampah selama periode Lebaran.

Warga diimbau menghindari pemborosan makanan, menggunakan wadah guna ulang seperti tas belanja dan tumbler, serta mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dalam berbagai aktivitas, termasuk buka puasa dan halal bihalal.

Selain itu, masyarakat juga diminta mulai disiplin memilah sampah dari sumbernya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan ternak, sementara sampah anorganik bernilai ekonomis dapat disalurkan ke bank sampah. Adapun residu perlu dikelola secara tepat agar tidak mencemari lingkungan.

DLH juga menekankan peran panitia pelaksana salat Id di tingkat kota hingga lingkungan masjid. Mereka diminta menyediakan fasilitas tempat sampah yang memadai serta memberikan edukasi kepada jamaah sebelum pelaksanaan ibadah dimulai.

Imbauan serupa turut ditujukan kepada para pemudik. Masyarakat dianjurkan membawa botol minum dan wadah makan sendiri, serta membuang sampah secara terpilah di rest area maupun titik pemberhentian.

Langkah-langkah tersebut, DLH Cimahi berharap perayaan Idul Fitri tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan tanpa meninggalkan persoalan sampah yang berlebihan. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *