Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Angin kencang yang menerjang Cimahi pada Jumat sore (6/3/2026) menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik kota. Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan tumpukan dahan serta ranting di sejumlah ruas jalan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cimahi, terdapat tiga kawasan utama yang terdampak, yakni area sekitar Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah di Kelurahan Padasuka, serta wilayah Kelurahan Cimahi.
Petugas gabungan saat ini masih melakukan pembersihan puing-puing pohon tumbang. Targetnya, seluruh dahan dan ranting yang tersisa dapat dievakuasi dan dibersihkan pada malam hari ini.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan mengatakan sebagian besar batang dan dahan berukuran besar sebenarnya sudah berhasil dievakuasi sejak sore hari.
“Sejak sekitar pukul 18.00 WIB, kebanyakan dahan-dahan besar sudah terangkat. Sekarang tinggal ranting-ranting kecil yang sedang kita bersihkan. Kita usahakan malam ini selesai,” ujar Andy, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi Senin (9/3/2026).
Meski sebagian sisa dahan berada di pinggir jalan dan tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas, petugas tetap mengebut proses pembersihan agar kondisi jalan benar-benar kembali normal.
Andy menegaskan proses evakuasi berjalan relatif lancar karena dilakukan secara kolaboratif oleh sejumlah instansi dengan dukungan peralatan yang memadai.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan melibatkan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi yang menurunkan pasukan khusus penanganan pohon, serta dukungan alat berat seperti mobil crane dan truk pengangkut puing.
“Peralatan yang kami kerahkan cukup mumpuni. Ada mobil crane, truk pengangkut, serta tim khusus dari DLH untuk penanganan pohon. Dari BPBD juga seluruh anggota turun ke lapangan dengan kendaraan dan peralatan yang tersedia,” jelasnya.
Meski tidak menghadapi kendala teknis berarti, proses pembersihan sempat terhambat kondisi lalu lintas. Pekerjaan dilakukan pada sore hari yang bertepatan dengan jam ramai masyarakat berburu takjil di bulan Ramadan.
Akibatnya, kemacetan cukup padat terjadi di sejumlah titik sehingga petugas harus bekerja sambil mengatur arus kendaraan.
“Hambatannya lebih ke kondisi lalu lintas karena waktunya berbarengan dengan jam berburu takjil. Jadi pembersihan harus dilakukan sambil pengaturan kendaraan, di situ juga dibantu rekan-rekan dari Dishub,” ungkapnya.
Andy juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta aktif memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca.
Menurutnya, informasi kebencanaan dapat diakses melalui kanal resmi media sosial BPBD Cimahi maupun melalui situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
“Biasakan mengecek informasi cuaca dari situs resmi BMKG atau kanal informasi BPBD Cimahi, supaya masyarakat bisa melakukan langkah mitigasi lebih dini dan tetap aman saat kondisi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





