43 Siswa Diduga Keracunan Program MBG di Cimahi, Pemkot Lakukan Penanganan Intensif

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Sebanyak 43 siswa di Kota Cimahi diduga mengalami keracunan usai menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (26/2/2026).

Para siswa tersebut harus menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda di wilayah Cimahi.

Ketiga fasilitas kesehatan yang menangani para siswa yakni RSUD Cimahi, RS Mitra Kasih, dan Rumah Sakit Dustira.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, turun langsung meninjau penanganan pasien di RSUD Cimahi untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan layanan medis yang optimal. Ia menyatakan sebagian besar siswa sudah mulai pulih setelah mendapat penanganan awal.

“Sebagian besar siswa mulai pulih dan kembali bersekolah setelah mendapatkan perawatan awal,” ujar Ngatiyana.

Berdasarkan data yang dihimpun, di RSUD Cimahi tercatat 33 pasien. Dari jumlah tersebut, empat siswa masih menjalani rawat inap, 22 telah diperbolehkan pulang, dan tujuh lainnya masih dalam observasi di instalasi gawat darurat.

Sementara itu, di RS Mitra Kasih terdapat lima pasien, dengan tiga siswa dirawat dan dua lainnya telah dipulangkan. Adapun di Rumah Sakit Dustira, lima siswa tercatat menjalani perawatan, terdiri atas empat rawat inap dan satu pasien telah diperbolehkan pulang.

Menurut Ngatiyana, para siswa awalnya merasakan gejala saat berada di lingkungan sekolah sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemerintah Kota Cimahi memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan sesuai prosedur medis dan kondisi mereka terus dipantau secara intensif oleh tenaga kesehatan.

Pemerintah juga tengah melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *