Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Sejumlah siswa dan guru di SDN Cimahi Mandiri 4 mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa onigiri dan telur rebus yang dibagikan sekolah pada Rabu 25 Februari 2025 pagi. Peristiwa itu terjadi di tengah pelaksanaan pembelajaran selama bulan Ramadan.
Kepala Sekolah SDN Cimahi Mandiri 4, Eka Nugrahawati, mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya telah mencium aroma tak sedap dari makanan yang dibagikan kepada siswa dan guru. Ia mengaku memilih tidak mengonsumsi jatah MBG tersebut.
“Emang tadi di sekolah pas waktu (MBG) dateng, karena kita juga kan kebagian ya guru itu. Memang pas sama saya dicium tuh, emang udah bau. Nah, jatah saya itu sama saya memang tidak saya makan, saya simpen di sekolah aja. Kata saya ‘ini udah bau’ kata saya gitu kan, ‘simpen aja’. Cuman emang dari tadi pagi tuh bau asem-asem gitu si nasi onigiri-nya itu tuh,” ungkapnya saat ditemui wartawan di RSUD Cibabat.
Menurut Eka, pembagian MBG dilakukan untuk dibawa pulang lantaran bertepatan dengan Ramadan.
“Dibawa pulang itu, karena kan lagi Ramadan ya. Karena di bulan puasa kan, jadi itu snack hanya dibawa pulang,” jelasnya.
Ia menyebut makanan tersebut dibagikan sekitar pukul sembilan pagi.
“Tadi itu dibagi kalau nggak salah sekitar jam sembilan,” cetusnya.
Guru olahraga sekaligus penanggung jawab MBG SDN Cimahi Mandiri 4, Ayat Rukhiyat, menjelaskan bahwa distribusi makanan dimulai sejak pagi hari setelah koordinasi internal sekolah.
“Nah, saya tunggu penerima (MBG) jam 7.30 datang ke sekolah. Jam 7.30 saya koordinasikan dulu dengan rekan-rekan penanggung jawab di sekolah. Dan dibagikan ke tiap kelas itulah jam 08.00 pagi sampai jam 09.00-an baru beres,” kata Ayat.
Ia menjelaskan, siswa yang tidak berpuasa langsung mengonsumsi makanan sepulang sekolah. Sementara siswa kelas awal yang menjalani puasa setengah hari baru makan sekitar tengah hari.
“Anak itu kalau yang tidak puasa pulang sekolah langsung dimakan. Anak kelas satu kan puasa setengah hari. Jam 12.00 sudah dimakan. Nah ada tadi ditanya anak makan ada yang pulang sekolah jam 12.00-an. Itulah jam terdampak,” ungkapnya.
Selain siswa, seorang guru juga mengalami dampak usai mengonsumsi makanan tersebut pada sore hari.
“Terus ada juga yang dimakan setelah Maghrib yang terdampak. Ini ada guru juga, kebetulan dia lagi tidak puasa tadi makan jam 3 sore dan dia terdampak,” ujarnya.
Ayat memerinci menu MBG yang dibagikan kepada seluruh siswa dan guru.
“Tadi itu keringan sebetulnya, nasi, jadi keringan itu yang apel satu. Terus kurma ada susu Ultra terus ada kue Marie Regal, sama nasi onigiri, dan telur dua,” jelas Ayat.
Ia mengaku paling mengkhawatirkan onigiri dan telur rebus. Telur yang dibagikan disebut tidak seluruhnya matang sempurna.
“Telur dua yang saya khawatirkan telur sama Onigiri sebenarnya kejadian itu. Telur ayam yang direbus tapi pas dibuka ada yang matang ada yang setengah matang,” tegasnya.
Sementara isian onigiri berupa ayam suwir. Ayat menyebut sebagian siswa merasakan keluhan terutama setelah mengonsumsi nasi onigiri.
“Onigiri itu dalamnya itu ayam. ayam suwir gitu.Iya ada yang terutama dari nasi, dari nasinya itu,” kata dia.
Dari total 324 siswa dan 20 guru penerima MBG, sejauh ini tiga orang dilaporkan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Cibabat.
“Yang dapat jatah itu semua siswa 324, guru 20. Tapi yang terdampak dan melaporkan dibawa ke sini (RSUD Cibabat) baru tiga orang mudah-mudahan tidak nambah lagi,” jelas Ayat.
Korban terdiri dari satu siswa kelas satu, satu siswa kelas tiga, dan satu guru perempuan.
“Yang dibawa ke sini kelas satu 1 orang, kelas tiga 1 orang dan guru 1 orang,” imbuhnya.
Sementara sejumlah siswa lain yang sempat mengalami keluhan memilih menjalani perawatan di rumah.
“Ada lagi yang terdampak tapi tidak dibawa ke sini, jadi diobati di rumah karena sudah mulai sehat jadi tidak dibawa ke sini,” kata Ayat.
Ayat mengaku menerima laporan awal sekitar pukul setengah lima sore dan langsung mengimbau orang tua serta wali kelas untuk menghentikan konsumsi menu yang tersisa.
“Makannya sebelumnya tadi begitu dapat info saya jam 5 langsung di grup, tolong untuk onigiri sama telur jangan dulu dimakan kalau rasa atau baunya beda,” tandasnya. (Gani Abdul Rahman)





