Berita  

Belasan Siswa di Cimahi Diduga Keracunan Usai Santap Program MBG, Dinkes Lakukan Investigasi

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Sebanyak 14 siswa tingkat SD dan SMP di Kota Cimahi diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (25/2/2026).

Para siswa kini menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, sementara Dinas Kesehatan setempat bergerak cepat melakukan penelusuran penyebab kejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, membenarkan adanya laporan belasan siswa dengan gejala keracunan yang harus mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan data sementara, 11 siswa dirawat di IGD RSUD Cibabat, dua siswa di Rumah Sakit Mitra Kasih, dan satu siswa di RS Dustira. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Mulyati saat ditemui di RSUD Cibabat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa mengalami keluhan kesehatan tidak lama setelah menyantap makanan dari program MBG yang didistribusikan di sekolah masing-masing. Meski demikian, penyebab pasti insiden ini masih dalam proses penyelidikan.

Mulyati mengungkapkan, jumlah korban berpotensi bertambah mengingat cakupan distribusi MBG menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD dan TK hingga SD dan SMP.

“Saat ini kami terus melakukan pemantauan perkembangan kasus serta pengumpulan data dari fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Cimahi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan setiap laporan gejala serupa di lingkungan sekolah dapat segera ditindaklanjuti. Pihak sekolah diminta proaktif merujuk siswa yang mengalami keluhan kesehatan ke fasilitas layanan terdekat guna mencegah kondisi yang lebih serius.

Pemerintah Kota Cimahi menegaskan penanganan medis bagi siswa terdampak menjadi prioritas utama. Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan dan distribusi makanan dalam program MBG tengah dilakukan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Hingga berita ini diturunkan, investigasi masih berlangsung dan hasil uji sampel makanan maupun pemeriksaan medis lanjutan belum diumumkan secara resmi. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *