Siswa MI Al Ihsan Diduga Keracunan Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (17/11/2025).

Sebanyak 28 siswa mengalami gejala mual, pusing, dan sakit perut. Satu siswa di antaranya dievakuasi ke Puskesmas Selabatu untuk mendapatkan penanganan medis, sementara 27 siswa lainnya ditangani di sekolah oleh guru dan pihak puskesmas.

Kepala MI Al Ihsan, Euis Muflihah, mengatakan bahwa para siswa mulai merasakan gejala tak lama setelah menyantap menu MBG.

“Kondisinya tadi lemah, habis makan entah muntah. Lalu diperiksa puskesmas, alhamdulillah langsung ditangani dokter. Orang tuanya juga ditelepon, dan alhamdulillah barusan sudah pulang dari puskesmas,” ujar Euis.

Ia menambahkan, orang tua siswa yang dibawa ke puskesmas telah mengonfirmasi kondisi anaknya sudah berangsur pulih.

“Ibunya japri saya, bilang ‘Ibu jangan khawatir, alhamdulillah sudah bisa makan sekarang.’ Alhamdulillah kondisinya membaik,” ucapnya.

Menurut Euis, siswa lainnya yang mengalami keluhan ringan ditangani guru kelas dengan memberikan air kelapa, dan kondisi mereka juga membaik.

Puskesmas Selabatu menerima satu pasien yang mengeluh mual, pusing, muntah, dan gangguan pencernaan. Namun, saat diperiksa, pasien tidak lagi muntah.

Kepala Puskesmas Selabatu, dr. Riska Rachmawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan obat dan melakukan pemeriksaan awal.

“Setelah diperiksa, pasien diberi obat dan kondisinya membaik. Sudah diperbolehkan pulang,” katanya.

Riska menyebut pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan telah diambil untuk diuji laboratorium.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Labkesda. Tanpa hasil itu, kami belum bisa memastikan penyebabnya,” tegasnya.

Selain satu anak yang dibawa ke puskesmas, pihak sekolah melaporkan empat siswa lain yang merasakan gejala serupa, meski tidak mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Puskesmas telah mengambil sampel berbagai menu makanan, antara lain nasi, sayur pakcoy, tempe, nugget ayam, dan buah lengkeng. Hasil uji diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, mengatakan penyedia SPPG yang mengirimkan makanan ke MI Al Ihsan adalah SPPG Sriwidari.

“Sebelum ada laporan dugaan keracunan, saya sempat melakukan monitoring. Kemudian kami menerima laporan ada satu siswa yang dibawa ke puskesmas,” ungkapnya.

Andri menambahkan bahwa dari 39 SPPG yang beroperasi di Kota Sukabumi, beberapa di antaranya masih belum memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sehat (SLHS).

“Kami terus memastikan semua SPPG memenuhi standar keamanan pangan. Ini harus jadi evaluasi agar kasus seperti ini tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Sriwidari, Sahid Ramadan, menegaskan bahwa pihaknya mengikuti SOP pengolahan makanan sejak proses penerimaan bahan baku hingga pendistribusian.

“Untuk menu di MI Al Ihsan sebanyak 159 penerima manfaat. Secara total kami mengelola 3.961 paket MBG. Ketika bahan datang, kami cek kuantitas dan kualitasnya. Kemarin ayam datang dalam kondisi baik, begitu pun buah, sayur, dan komoditas lainnya,” jelas Sahid.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu proses penerbitan Sertifikat Laik Higienis dan Sehat dari Dinas Kesehatan.

“Kami akan evaluasi menyeluruh. Untuk SLHS, kami sedang menunggu sertifikat dari Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *