Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat langkah menuju “Cimahi Bebas TBC” dengan menggelar Kampanye TOSS TBC (Temukan, Obati, Sampai Sembuh).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pasar kaget Jl. Raden Demang Hardjakusumah, beberapa waktu lalu, ini menjadi bagian dari kampanye nasional di delapan provinsi prioritas penanggulangan TBC, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri RI.
Berbeda dari daerah lain yang memilih area Car Free Day, Cimahi sengaja memilih ruang publik yang ramai aktivitas masyarakat agar pesan edukasi kesehatan menjangkau lebih banyak warga dari berbagai lapisan.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Moh. Dwihadi Isnalini, dan diikuti oleh unsur puskesmas, kader kesehatan, komunitas peduli TBC, serta ratusan warga Cimahi.
Kampanye TOSS TBC dikemas secara kreatif dan komunikatif. Warga yang hadir diajak mengikuti senam sehat bersama, dialog interaktif, serta menikmati pojok konsultasi kesehatan dan permainan edukatif berhadiah. Melalui pendekatan ini, pesan kesehatan disampaikan dengan cara yang ringan, mudah dipahami, sekaligus menepis stigma yang selama ini melekat pada penyakit TBC.
Petugas kesehatan juga memberikan layanan skrining dan konsultasi gratis bagi masyarakat yang ingin memeriksakan gejala awal, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.
Dalam sambutannya, Moh. Dwihadi Isnalini menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting untuk menekan penyebaran TBC.
“TBC dapat menyerang siapa saja dan sering tidak terdeteksi karena gejalanya dianggap sepele. Melalui kampanye ini, kami ingin masyarakat sadar bahwa TBC bisa disembuhkan asalkan ditemukan dan diobati sampai tuntas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengobatan TBC disediakan secara gratis oleh pemerintah di fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk. Namun, masih banyak pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya sehingga meningkatkan risiko penularan dan kekambuhan.
Kampanye ini sekaligus menjadi momentum memperluas kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, komunitas, dunia pendidikan, hingga pelaku usaha. Semua pihak diharapkan berperan aktif menyebarluaskan pesan bahwa deteksi dini dan pengobatan tuntas adalah kunci utama dalam eliminasi TBC.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi TBC melalui empat strategi utama:
1. Menemukan kasus secara aktif,
2. Meningkatkan akses layanan diagnosis,
3. Memperkuat pendampingan pasien, dan
4. Memastikan pengobatan berjalan sampai sembuh.
Kampanye TOSS TBC bukan sekadar acara seremonial, tetapi gerakan bersama untuk membangun kesadaran berkelanjutan. Edukasi yang disampaikan diharapkan terus digaungkan di keluarga, sekolah, tempat ibadah, dan komunitas.
Dengan kolaborasi yang kuat dan pemahaman yang benar, Kota Cimahi menargetkan diri menjadi salah satu daerah yang berkontribusi nyata dalam agenda nasional Eliminasi TBC 2030.
“Mari bersama wujudkan Cimahi Bebas TBC menuju Indonesia Eliminasi TBC 2030,” pungkas Moh. Dwihadi Isnalini. (Gani Abdul Rahman)





