Event Osteo Run di Sukabumi Tuai Sorotan, Ketua Perwatusi Sampaikan Klarifikasi

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Peringatan Hari Osteoporosis Nasional tingkat Kota Sukabumi yang digelar di Plaza Balai Kota Sukabumi, Minggu (5/10/2025), menuai sorotan dari para peserta. Alih-alih menjadi ajang olahraga penuh semangat, kegiatan bertajuk Osteo Run 7.5K itu justru diwarnai keluhan dan protes dari sejumlah pelari yang merasa kecewa terhadap penyelenggaraan acara.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perwatusi Kota Sukabumi Moch. Sopyan, S.T. menyampaikan klarifikasi melalui unggahan video resmi yang beredar di whatsApp.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Daerah Kota Sukabumi, khususnya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) atas munculnya polemik tersebut.

“Saya atas nama Ketua Perwatusi Kota Sukabumi memohon maaf kepada Pemda Kota Sukabumi, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Kadispora. Event ini bukan diselenggarakan oleh Pemda, melainkan oleh Perwatusi dalam rangka Hari Osteoporosis Nasional,” ujar Sopyan.

Ia menjelaskan, setiap tahun Perwatusi rutin mengadakan Gebyar Senam sebagai bentuk peringatan Hari Osteoporosis Nasional. Namun, pada tahun ini pihaknya berkolaborasi dengan komunitas lari (Run Community) yang ingin ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Sayangnya, lanjut Sopyan, kegiatan dari komunitas lari itu mengalami kendala di luar kendali Perwatusi, terutama terkait keterlambatan distribusi medali dari pihak vendor.

“Masalah yang terjadi bukan karena medali belum dibayar. Medali sudah dibayar sejak awal, namun pengiriman dari vendor meleset dari jadwal. Akibatnya peserta merasa kecewa dan memprotes panitia,” jelasnya.

Sopyan juga menegaskan bahwa penanggung jawab kegiatan lari berbeda dengan panitia kegiatan senam. Ia sendiri bertanggung jawab atas pelaksanaan gebyar senam, sementara kegiatan lari dikelola langsung oleh komunitas Run.

“Kegiatan ini juga memiliki rangkaian. Pada tanggal 3 dan 4 Oktober, kami sudah melaksanakan pelatihan instruktur senam di Gedung Juang dengan lancar. Hanya pada acara puncak di hari Minggu terjadi kendala di bagian Run,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Sopyan kembali menegaskan bahwa acara tersebut bukan kegiatan resmi Pemerintah Kota Sukabumi, melainkan kegiatan kolaboratif antara Perwatusi dan komunitas Run.

“Kami mohon maaf atas kejadian yang di luar kendali kami ini. Tujuan kami sebenarnya ingin memperkenalkan Sukabumi melalui kegiatan positif, namun ternyata ada hal yang tidak diharapkan terjadi,” pungkasnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *