TEROPONG INDONESIA-, SMK Wikrama Garut sebagai institusi pendidikan vokasi yang berfokus pada pengembangan talenta digital dan pemasaran bisnis. Dengan visi keunggulan pada teknologi dan karakter, sekolah ini terus mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.
Dunia pendidikan vokasi kembali menunjukkan taringnya. Sebanyak 21 siswa-siswi kelas XII Jurusan Pemasaran Bisnis Digital SMK Wikrama Garut baru saja menuntaskan tantangan ekstrem dalam agenda Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Pemasaran. Bukan sekadar ujian di dalam kelas, para siswa ditantang melakukan Live Streaming Selling secara marathon minimal selama 1 jam penuh melalui akun media sosial pribadi mereka masing-masing.
Kegiatan yang berlangsung intens ini menghadirkan Ahmad Madani, Sekretaris Jenderal Ikatan Profesi Sales Indonesia (KOMISI) sekaligus Juri Nasional LKS, sebagai Penguji Eksternal. Kehadiran penguji dari unsur pimpinan organisasi profesi nasional ini merupakan langkah strategis sekolah yang telah direncanakan sejak jauh-jauh hari untuk memastikan standar lulusan sesuai dengan kebutuhan industri global.
Ujian Mental dan Konsistensi di Layar Kaca
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, UKK kali ini menitikberatkan pada penguasaan social commerce. Siswa tidak hanya dinilai dari cara menawarkan barang, tetapi juga ketahanan mental, kemampuan menjaga engagement audiens, hingga teknis closing di tengah siaran langsung yang berdurasi panjang.
“Ini adalah ujian nyali yang sesungguhnya. Melakukan live selama satu jam di akun pribadi berarti mereka sedang membangun personal branding sekaligus mempertaruhkan reputasi profesional mereka di depan audiens nyata. Saya melihat kesiapan luar biasa, mereka tidak hanya sekadar bicara, tapi mampu mengelola data dan interaksi secara presisi,” ujar Ahmad Madani selaku Penguji Eksternal.
Komitmen Sekolah Mencetak Jawara Digital
Keberhasilan tantangan ini tak lepas dari peran sekolah dalam merancang ekosistem belajar yang kompetitif sejak kelas X.
Kunedi, S.Si., Kepala SMK Wikrama Garut, menyatakan bahwa pihak sekolah memang sengaja “memesan” penguji eksternal berkompeten dari jauh-jauh hari agar siswa mendapatkan tekanan industri yang positif.
“Kami ingin lulusan Wikrama Garut punya mentalitas baja. Dengan menghadirkan Ahmad Madani, kami memberikan standar tertinggi bagi anak-anak kami. UKK ini adalah bukti bahwa sekolah serius dalam mempersiapkan SDM unggul untuk Indonesia,” tegasnya.
Putri Aulia Dalilah, S.I.Kom., Kepala Program Jurusan Pemasaran, menambahkan bahwa kurikulum di SMK Wikrama Garut telah dioptimalkan untuk penguasaan Content Creator dan Negosiasi Transaksi.
“Live streaming selama 60 menit adalah muara dari semua ilmu yang mereka serap. Di sana ada seni negosiasi, ada manajemen konten, dan ada strategi public speaking yang mumpuni,” ucapnya
Ketegangan sekaligus kebanggaan dirasakan langsung oleh para peserta yang menjadi aktor utama dalam perhelatan ini.
Kamilah Nurfadilah: “Awalnya saya ragu, apakah bisa bertahan bicara satu jam penuh? Tapi berkat simulasi yang terus dilakukan sekolah sejak kelas X, saya berhasil melewati menit ke-60 dengan hasil penjualan yang melampaui target. Rasanya luar biasa!”
Aufaa Miraj Al Qorny: “Ujian ini benar-benar menantang karena akun yang digunakan adalah akun asli kami. Masukan dari Pak Ahmad Madani selama proses ujian sangat membuka mata saya bahwa menjadi pemasar digital itu harus adaptif dan tangguh.”
Kegiatan UKK ini ditutup dengan evaluasi mendalam mengenai strategi Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO), memastikan bahwa konten-konten yang dibuat para siswa tidak hanya viral, tetapi juga ramah terhadap algoritma kecerdasan buatan masa depan.





