Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi secara resmi melantik 716 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Tahun Anggaran 2024 dalam sebuah upacara yang digelar di Aula Cimahi Techno Park, Selasa (30/9/2025).
Pelantikan ini terdiri atas 542 tenaga teknis, 57 tenaga kesehatan, dan 117 guru. Dengan penambahan tersebut, jumlah total Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cimahi kini mencapai 5.608 orang, yang terdiri dari 3.428 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 2.180 PPPK.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Wakil Wali Kota Aditya Yudistira, perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional III Jawa Barat-Banten, serta jajaran perangkat daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menekankan bahwa status PPPK tidak boleh dianggap sebagai ASN kelas dua. Ia menegaskan bahwa setiap aparatur, baik PNS maupun PPPK, memiliki peran strategis dalam mendukung kinerja pemerintahan dan peningkatan pelayanan publik.
“Jadikan amanah ini sebagai awal pengabdian, bukan akhir perjuangan. PPPK harus menunjukkan profesionalisme, disiplin, inovasi, dan berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas, bijak dalam menggunakan media sosial, serta menjauhi perilaku negatif seperti judi online, pinjaman ilegal, dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, ASN bukanlah ladang untuk mencari kenyamanan semata, tetapi ruang pengabdian yang menuntut dedikasi, loyalitas, dan akuntabilitas.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak para PPPK yang baru dilantik untuk senantiasa berpedoman pada nilai-nilai dasar ASN, khususnya Panca Prasetya Korpri, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“ASN harus ikhlas dan tulus melayani masyarakat. Jangan sampai setelah diangkat justru kehilangan semangat pengabdian,” tegasnya.
Pelantikan ini disebut sebagai tonggak baru dalam penguatan kapasitas birokrasi di Kota Cimahi. Pemerintah daerah berharap, melalui penambahan ASN formasi PPPK ini, pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal, responsif, dan berkualitas. (Gani Abdul Rahman)





