Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Kebakaran melanda sebuah rumah sekaligus gudang di kawasan pemukiman Jalan Haur Koneng RT 04 RW 07, Kota Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu (20/9/2025) malam.
Api menghanguskan bangunan seluas sekitar 30 meter persegi dan menyebabkan kerugian hingga Rp50 juta.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh sisa bara api dari tungku tradisional yang digunakan untuk memasak air pada siang hari. Bara yang belum sepenuhnya padam itu kemudian menyambar tumpukan kardus bekas yang tersimpan di area gudang.
“Sumber api diduga berasal dari tungku yang digunakan pukul 14.00 WIB. Sekitar jam 15.00 WIB dicek, api sudah mati. Tapi kemungkinan ada bara yang masih menyala dan menyambar dus bekas,” kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi, Achmad Suparlan, saat dikonfirmasi, Minggu (21/9/2025).
Kebakaran pertama kali terdeteksi sekitar pukul 18.40 WIB, saat seorang pegawai melihat kepulan asap dari arah gudang. Warga segera melapor ke ketua RT dan menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cimahi.
Laporan resmi diterima pukul 18.56 WIB dan tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 19.10 WIB. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.32 WIB, atau sekitar 22 menit setelah proses pemadaman dimulai.
“Kami menurunkan empat unit mobil pancar dan satu unit rescue. Penanganan cepat ini berhasil mencegah api menjalar ke rumah lain di sekitar lokasi,” ujar Achmad.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp50 juta, terdiri dari Rp20 juta kerugian bangunan dan Rp30 juta kerugian isi gudang.
Sebagian barang berhasil diselamatkan berkat upaya cepat warga dan petugas.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Aep Mulyana, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam penggunaan peralatan tradisional seperti tungku api atau pembakaran terbuka.
“Kami imbau warga agar memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, terutama saat memakai tungku atau membakar sampah dekat bangunan,” ujar Aep.
Selain itu, Aep juga mendorong masyarakat untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah serta memahami jalur evakuasi dasar.
“Pencegahan jauh lebih penting. Kesalahan kecil bisa berdampak besar, dan kesiapan menghadapi kebakaran adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (Gani Abdul Rahman)





