Teropong Indonesian, KOTA ClMAHI — Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat upaya penyerapan tenaga kerja lokal melalui program pelatihan dan sertifikasi di sektor konstruksi.
Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), program Pelatihan Jasa Konstruksi resmi digelar sebagai bagian dari prioritas kota dalam menyiapkan 10.000 sumber daya manusia (SDM) siap kerja.
Pelatihan ini menyasar 50 peserta terpilih dari 127 pendaftar, dengan fokus pada dua keahlian utama, teknik pengecatan serta teknik plester dan pemasangan bata.
Program diselenggarakan selama tujuh hari, terdiri dari pembekalan teori, praktik lapangan, dan uji kompetensi.
Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pekerja luar daerah sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Cimahi.
“Ini adalah langkah nyata kami dalam memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal. Sertifikat profesi dari BNSP yang diperoleh peserta berlaku secara nasional, sehingga mereka bisa bersaing di pasar kerja mana pun,” ujar Asep saat ditemui di Neglasari, Kelurahan Cibabat, Rabu (13/8/2025).
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Disnaker, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi.
Materi pelatihan disampaikan oleh para profesional di bidangnya, seperti konsultan konstruksi dan asesor BNSP Agus Subekti, serta LPK Budi sebagai pelatih praktik.
Kerja sama dengan Dinas PUPR membuka peluang bagi lulusan pelatihan untuk langsung terlibat dalam proyek-proyek pembangunan milik pemerintah kota. Para peserta juga berpotensi direkrut oleh perusahaan pemenang tender proyek.
“Ketika ada pembangunan di Cimahi, tidak ada alasan lagi memakai tenaga luar. Kini, kami sudah menyiapkan tukang bersertifikat dari Cimahi sendiri,” tegas Asep.
Seleksi peserta memperhatikan usia produktif (18–45 tahun), dengan prioritas bagi warga yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa. Ini dilakukan demi pemerataan kesempatan kerja.
Kepala Seksi Transmigrasi dan Pelatihan Disnaker Cimahi, Andri Gunawan, menambahkan bahwa tingkat penyerapan kerja dari program pelatihan yang dilaksanakan sangat tinggi.
Dari 1.600 peserta pelatihan di tahun 2024, sekitar 80 persen telah bekerja sesuai bidangnya termasuk sebagai barista di kafe, penjahit di industri garmen, hingga tenaga housekeeping di jaringan hotel nasional.
“Motivasi peserta adalah kunci. Ketika niat kuat, inovasi dan keterampilan akan mengikuti. Kami juga terus menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja yang dinamis,” ujar Andri.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun tinggi. Dalam empat hari pendaftaran, 172 orang mendaftar. Namun, keterbatasan anggaran membuat kuota peserta harus dibatasi.
Peserta yang belum lolos seleksi diarahkan mengikuti program pelatihan lain yang tersedia di Disnaker. Andri juga menekankan pentingnya melaporkan status pekerjaan pascapelatihan untuk memperbarui data penyerapan tenaga kerja.
“Dengan sertifikasi nasional ini, tenaga kerja Cimahi tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar kerja nasional,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





