TEROPONG INDONESIA- Kota Bandung-, “Ketika kelas dua SMA, saya ini sempat tertarik kepada Kokom dan Nur. Setelah menulis dan mengirim surat serta puisi untuknya, tidak ada balasan atau tidak dijawab. Lalu bertanya kepada yang dianggap mampu memberikan solusi asmaranya atau guru spiritual. Kesimpulannya disarankan untuk puasa 40 hari, ternyata gagal. Lanjut puasa mutih hingga pati geni selama 3 hari sampai mandi di berbagai sumber air di malam hari. Namun semua itu dijalankan, tidak berbuah manis atau hasilnya tetap gagal. Tetapi ada ungkapan dari guru spiritual itu yang mengarahkannya, bahwa puasanya akan berbuah manis di masa depan”
Berbagai perjalanan atau proses kisah itu indah, berkesan dan menarik sampai sekarang, jika diingat kembali.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar, H. Dedi Mulyadi, S.H, M.M saat menghadiri acara pembagian hadiah untuk pemenang Sayembara Video Perpisahan, bertema “Sederhana itu Istimewa” Tahun 2025. Sayembara yang digagas Gubernur Jabar dan diumumkan pemenangnya di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya kisah itu diceritakan, karena ada nilai-nilai atau proses berjuang yang harus ditempuh sejak masa muda oleh generasi sekarang yang cenderung lemah dalam membangun masa depannya.
Lebih lanjut Gubernur Jabar menjelaskan tentang pentingnya budaya menulis dan karya sastra di Jabar ini dikembangkan untuk membangun kemajuan peradaban.
H. Dedi Mulyadi, S.H, M.M juga mengungkapkan berbagai kisah cerita yang ada di tanah sunda tersebar sampai kepada masyarakat atau generasi sekarang. Tidak jelas siapa yang mengarang dan penulis utamanya. Padahal karya sastra merupakan hak kekakayan intelektual yang harus jelas siapa pemiliknya.





