Budaya  

Merawat Tradisi dari Bambu, Om Yosh dan Miniatur Leuit yang Bercerita

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Di sebuah sudut Kota Cimahi, bunyi halus potongan bambu yang diraut perlahan menjadi penanda lahirnya karya-karya penuh makna. Di sanalah Om Yosh, seorang pengrajin sekaligus seniman, menekuni jalannya merawat warisan budaya Sunda melalui miniatur leuit lumbung padi tradisional yang ia buat dengan tangan sendiri.

Bagi Om Yosh, bambu bukan sekadar bahan. Ia adalah medium cerita. Setiap potongan dirangkai menjadi miniatur *leuit* yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan filosofi tentang ketahanan pangan, kearifan lokal, dan cara hidup masyarakat Sunda tempo dulu.

Perjalanan kreatifnya tidak berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari Komunitas Patlotart, komunitas seni yang telah berdiri sejak 2014.

Di dalam komunitas ini, Om Yosh menemukan ruang untuk tumbuh, bereksplorasi, sekaligus berbagi semangat berkarya dengan sesama seniman.

Namun, dunia Om Yosh tidak berhenti pada bambu. Di sela-sela aktivitas merangkai miniatur, ia juga menuangkan imajinasinya ke dalam kanvas. Beragam lukisan ia ciptakan mulai dari nuansa tradisional hingga ekspresi kontemporer menunjukkan bahwa kreativitasnya mengalir tanpa batas medium.

Menariknya, karya miniatur leuit buatan Om Yosh tetap terjangkau. Ia membanderol hasil karyanya mulai dari Rp200 ribu, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan.

Harga tersebut bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari waktu, ketelitian, dan kecintaan pada budaya yang ia tuangkan dalam setiap detail.

Di tengah derasnya produk pabrikan dan budaya instan, apa yang dilakukan Om Yosh terasa seperti jeda yang menenangkan.

Ia mengajak siapa pun yang melihat karyanya untuk kembali mengingat akar bahwa tradisi bisa tetap hidup, selama ada tangan-tangan yang setia merawatnya.

Bagi Om Yosh, setiap miniatur leuit adalah lebih dari sekadar kerajinan. Ia adalah cara sederhana untuk memastikan bahwa cerita lama tidak pernah benar-benar hilang. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *