Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah proaktif dalam membangun fondasi generasi masa depan dengan menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menyeluruh untuk pelajar, dimulai dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Program ini tidak hanya menargetkan kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan mental remaja yang semakin relevan di tengah tantangan zaman.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyebutkan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Kota Cimahi dalam mempersiapkan generasi unggul menyambut Indonesia Emas 2045.
“Kami tidak ingin anak-anak ini hanya pintar di sekolah, tapi juga harus sehat jasmani dan rohani. Dengan mendeteksi sedini mungkin gangguan kesehatan, kita bisa intervensi sebelum masalah berkembang lebih serius,” ujar Ngatiyana saat meninjau pelaksanaan CKG di SMPN 6 Cimahi, Jumat, 22/08/2025.
CKG dilaksanakan secara maraton di seluruh sekolah di Cimahi dengan target lebih dari 75 ribu pelajar dari tingkat SD hingga SMA.
Dari pelaksanaan awal di sejumlah sekolah, ditemukan keluhan kesehatan yang cukup umum, seperti gangguan penglihatan.
Sebagai langkah pencegahan, pihak sekolah juga telah menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Di samping pemeriksaan fisik, imunisasi HPV juga diberikan kepada siswi kelas IX SMP sebagai bagian dari upaya pencegahan kanker serviks sejak dini.
“Kami ingin anak perempuan kita terlindungi dari risiko kanker rahim di masa depan. Ini adalah investasi kesehatan jangka panjang,” tambah Ngatiyana.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar pemeriksaan massal, melainkan sistem deteksi awal yang menyeluruh.
Tim dari Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan, termasuk rujukan ke layanan kesehatan lanjutan bila diperlukan.
“Ada beberapa siswa yang menunjukkan gejala yang mengarah pada kondisi seperti diabetes, gangguan penglihatan, dan lainnya. Semua akan kita tindak lanjuti sesuai prosedur di puskesmas,” ungkap Mulyati.
Yang tak kalah penting, aspek kesehatan jiwa pelajar juga menjadi perhatian. Pemeriksaan psikologis dimasukkan sebagai bagian dari program ini untuk memastikan bahwa remaja tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu menghadapi tekanan sosial dan akademik.
“Kesehatan mental remaja adalah isu penting. Dengan pendekatan UKS dan kehadiran rutin tenaga kesehatan di sekolah, kita ingin membangun pelajar yang kuat secara menyeluruh,” tutup Mulyati.
Melalui program ini, Cimahi menegaskan komitmennya membentuk ekosistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menjamin kesejahteraan dan ketahanan pelajar sebagai calon pemimpin bangsa. (Gani Abdul Rahman)





