Ragam  

Relokasi Makam Cut Nyak Dien, Menghormati Pahlawan, Merajut Persaudaraan Aceh–Sumedang

Pewarta : Steven Gervan

‎TEROPONG INDONESIA- Sumedang-, Pemerintah bersama TNI tengah merancang rencana besar pemindahan makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien dari Kompleks Pemakaman Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, ke tanah kelahirannya di Aceh. Rencana ini menjadi tugas mulia yang sarat nilai sejarah, religius, sekaligus nasionalisme.

‎Cut Nyak Dien (1 Mei 1848 – 6 November 1908) dikenal sebagai pejuang gigih dalam Perang Aceh melawan kolonial Belanda. Setelah tertangkap, beliau dibawa ke Sumedang oleh Pangeran Aria Soeria Atmadja (Pangeran Mekah) hingga wafat pada tahun 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh.

‎Dasar Hukum dan Landasan Relokasi

‎Rencana relokasi ini berlandaskan sejumlah aturan penting, antara lain:

‎Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

‎Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

‎Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya.

‎Selain itu, risalah rapat daring Panglima TNI dengan jajaran Pangkotama pada 22 Juli 2025 menegaskan pentingnya tata cara militer, adat, dan agama dalam prosesi pemindahan.

‎Tujuan dan Pokok Pelaksanaan

‎Pemindahan makam Cut Nyak Dien memiliki tiga tujuan utama:

‎1. Menghormati jasa beliau sebagai Pahlawan Nasional.
‎2. Menjaga nilai sejarah serta ikatan emosional masyarakat Sumedang.
‎3. Mewujudkan aspirasi masyarakat Aceh yang ingin mengembalikan Cut Nyak Dien ke tanah kelahirannya.

‎Proses ini akan dilakukan secara aman, tertib, serta menjunjung tinggi nilai agama, adat, dan tata cara militer.

‎Peran Kodam III/Siliwangi

‎Kodam III/Siliwangi ditugaskan sebagai garda utama dalam pelaksanaan relokasi. Beberapa tahap penting yang akan dilaksanakan antara lain:

‎Pembongkaran makam dengan melibatkan ahli pelestarian.

‎Pemulasaraan jenazah sesuai syariat Islam.

‎Upacara pelepasan dengan prosesi militer dan adat Sumedang.

‎Transportasi jenazah menuju bandara dengan pengawalan ketat.

‎Penyerahan jenazah kepada TNI AU untuk diterbangkan ke Aceh.

‎Harapan Masyarakat Sumedang

‎Kepala Desa Sukajaya, Sukana, saat ditemui di lokasi makam menyampaikan pandangannya terkait rencana relokasi ini.

‎“Tentu ini pilihan yang sulit. Tapi saya berharap, meski makam Pahlawan Nasional ini dipindahkan, hubungan emosional antara Provinsi Aceh dan Kabupaten Sumedang yang sudah lama terjalin jangan sampai putus,” ujarnya, Rabu (20/04).

‎Lebih lanjut, Sukana menyebut bahwa Karaton Sumedang Larang telah menyampaikan permintaan khusus.

‎ “Karaton meminta agar dibuat monumen di petilasan makam Cut Nyak Dien di Gunung Puyuh, agar masyarakat Sumedang tetap bisa mengenang sejarah perjuangan beliau,” jelasnya.

‎Simbol Ikatan Dua Daerah

‎Pemindahan makam Cut Nyak Dien bukan hanya soal mengembalikan pahlawan ke tanah kelahirannya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan antara masyarakat Aceh dan Sumedang.

‎Dengan tetap adanya monumen di lokasi makam lama, ikatan sejarah ini diharapkan terus abadi sebagai pengingat perjuangan seorang srikandi bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *