Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menghadiri Seminar Nasional Strategi Dakwah dan Pemberdayaan Umat di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang digelar di Aula Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath, Rabu (24/7/2025).
Selain seminar, kegiatan ini juga mencakup program job training dan pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri yang melibatkan berbagai lembaga kursus dan pelatihan (LKP) serta pesantren yang bekerja sama dengan pemerintah. Wakil wali kota mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini karena sejalan dengan misi pemerintah dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di daerah 3T.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga dengan program ini. Selain menyiapkan tenaga kerja yang siap diberangkatkan ke luar negeri, mereka juga mendapatkan bekal ilmu agama dan keterampilan,” ujar Bobby.
Salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah pelatihan dan pemberangkatan tenaga kerja ke luar negeri melalui kerja sama dengan 56 perusahaan. Program ini menargetkan seribu orang, dan hingga kini telah diberangkatkan secara bertahap, termasuk 26 orang yang akan diberangkatkan dalam waktu dekat.
Bobby juga menambahkan, peserta yang dikirim tidak hanya bekerja, tetapi juga turut serta dalam kegiatan keagamaan seperti pengelolaan makam Rasulullah di Madinah serta berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya.
“Mereka mendapatkan penghasilan, pendidikan agama, dan keterampilan. Ini sangat baik dan berdampak positif,” ujarnya.
Dukungan pemerintah terhadap program ini terjalin melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sistem perbankan, dan sejumlah lembaga pelatihan. Setiap bulan, sejumlah peserta diberangkatkan berdasarkan hasil tes seleksi.
“Targetnya sekitar 20 orang per bulan, tergantung hasil tes kognitif dan kesiapan peserta,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa lembaga pendidikan seperti Institut Pesantren (IP) juga turut aktif memberangkatkan peserta ke Jepang, serta akan terus memperluas kerja sama agar lebih banyak warga yang mendapat manfaat.
“Kita sedang menjajaki berbagai kerja sama baru, termasuk dengan pendidikan vokasi. Harapannya, ke depan, program ini bisa diperluas dengan dukungan anggaran pemerintah agar kontribusi terhadap pemberdayaan umat semakin maksimal,” tutupnya. (rifal)





