Teropong Indonseia, KOTA SUKABUMI — Sebanyak 360 siswa baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Sukabumi antusias mengikuti hari pertama kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) yang dipusatkan di lapangan upacara MAN 1, Jalan Pramuka, Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (14/7/2025).
Kegiatan Matsama merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di awal tahun ajaran baru, bertujuan untuk membekali siswa baru agar siap secara mental dan sosial dalam menjalani proses pembelajaran di lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Kota Sukabumi, Drs. Tatang Moch. Abdurahman, M.Ag., menegaskan pentingnya Matsama sebagai masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya menuju lingkungan belajar yang baru.
“Melalui Matsama, siswa baru akan dikenalkan dengan lingkungan madrasah, budaya dan tata tertib, sistem pembelajaran, serta para guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, mereka juga dikenalkan pada prinsip-prinsip kehidupan bermadrasah yang menjunjung nilai akhlakul karimah, sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif,” ujarnya.
Abi Tatang, sapaan akrabnya, berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan karakter serta sikap positif siswa, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemandirian dalam berprestasi.
Selain itu, kegiatan Matsama juga bertujuan untuk:
Mengenalkan lingkungan belajar yang baru.
Menumbuhkan kebanggaan terhadap madrasah.
Menginternalisasi nilai-nilai moderasi beragama.
Menanamkan budaya ramah, inklusif, anti kekerasan, anti perundungan, dan anti pelecehan seksual.
Mendorong kebiasaan hidup bersih, sehat, dan halal.
“Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah seluruh siswa baru mengikuti Matsama secara aktif dan mampu meraih kompetensi sesuai target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Turut hadir dalam pembukaan Matsama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi, H. Samsul Puad, S.Ag., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Matsama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa madrasah.
“Kegiatan ini bukan hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tapi juga menjadi wahana penguatan pendidikan karakter sesuai nilai-nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), seperti nasionalisme, integritas, gotong royong, kemandirian, dan religiusitas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar Matsama difokuskan pada pembinaan karakter, sebagai pembeda siswa madrasah dengan institusi pendidikan lainnya. “Di atas ilmu ada akhlak. Maka, madrasah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai hal utama,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Denting Aurera, mengaku senang mengikuti kegiatan Matsama.
“Alhamdulillah, semoga kami bisa lebih mudah beradaptasi. Teman-teman dan kakak panitia sangat ramah dan sabar. Kegiatannya pun variatif, ada materi dan juga penampilan dari masing-masing ekskul,” tutur siswi penghafal 30 juz yang juga tergabung dalam program Haafidzatul Qur’an ini. (rifal)





