Lestarikan Budaya Literasi untuk Generasi Muda, DKKC Dorong Pemkot Cimahi Pasang Aksara Sunda di Plang Jalan

TEROPONG INDONESIA – Dewan Kebudayaan Kota Cimahi atau DKKC mendorong pemerintah daerah agar aksara Sunda dicantumkan dalam nama-nama jalan di wilayahnya.

Hal itu sebagai upaya pelestarian aksara Sunda di tengah pergaulan internasional. Termasuk, sebagai langkah awal mempopulerkan, aksara Sunda dalam narasi petuah bijak dengan kaidah desain grafis di Kota Cimahi.

“Keberadaan aksara Sunda ini harus mulai digaungkan agar bisa eksis dalam rangka pelestarian pemajuan budaya lokal,” kata Ketua DKKC, Siti Yanti Abintini saat ditemui di Imah Seni, Selasa 1 Juli 2025.

Sebagai produk seni komunikasi visual, ungkap Yanti, aksara Sunda juga menjadi media pengingat bahwa Kota Cimahi merupakan salah satu wilayah di Tatar Sunda apalagi ada maestro aksara yang begitu mumpuni.

“Kami sangat mendukung atas apa yang Pemerintah Kota Cimahi akan lakukan, khususnya penamaan jalan-jalan yang akan diberikan unsur Aksara Sunda. Apalagi sang maestro aksara hanya satu di Cimahi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota Cimahi untuk menambahkan aksara Sunda di plang nama ruangan dinas dan serta gedung-gedung yang ada.

“Kita siap mendorong agar dinas-dinas mempopulerkan aksara Sunda di setiap kantornya, nama jalan dan ruang publik lainnya,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ke depannya Kota Cimahi menjadi daerah yang membangun wilayah dan masyarakatnya dengan kearifan lokal,” imbuhnya.

Menurutnya, jika aksara Sunda ditempatkan secara proporsional, seperti pada produk kearifan lokal, bukan tidak mungkin bisa menjadi daya dongkrak berbagai program pemerintah.

Khususnya, untuk memulihkan minat anak-anak generasi saat ini dalam rangka melestarikan budaya literasi, seperti aksara Sunda.

“Aksara dan bahasa Sunda memiliki estetika baik secara visual maupun vokal. Jadi, nantinya bisa dikombinasikan antara aksara dan bahasa Sunda, serta bahasa Indonesia,” tuturnya.

“Ini sejalan dengan program pemerintah mempromosikan Cimahi Mantap,” tambahnya.

Selain itu, hal ini pun menjadi langkah pemerintah dalam menjaga pelaku seni khususnya aksara di Kota Cimahi. Terlebih sang maestro aksara merupakan warga Cimahi.

“Hal ini tentu bisa menampilkan kekayaan budaya lokal dan membangkitkan kebanggaan warga Kota Cimahi akan jati diri. Keluhuran nilai budaya Sunda sangat relevan untuk diterapkan di era globalisasi seperti saat ini,” tutupnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *