Karya: Asep Tapip
Rakyat bersorak, suara dihitung,
Pesta demokrasi, janji terhitung.
Senyum lebar di layar kaca,
“Saya dari kalian, untuk kalian!” katanya.
Hari pertama: salam merakyat,
Hari kedua: aturan mengikat.
Hari ketiga: kursi makin tinggi,
Hari keempat: suara dibungkam sunyi.
Pemimpin terpilih, tapi kok mirip raja?
Bicara sedikit, dibilang durhaka.
Janji-janji berubah jadi titah,
“Kalian memilihku, maka aku bebas!”
Demokrasi katanya, tapi oposisi lenyap,
Saran dan kritik? Jadi asap.
“Negeri ini perlu ketegasan!”
Kata yang dulu berteriak tentang kebebasan.
Singgasana megah di puncak kekuasaan,
Rakyat yang memilih, kini hanya pajangan.
Pemimpin terpilih, tapi rakyat terbuang,
Sampai kapan negeri ini dibiarkan bimbang?





