Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi memberikan apresiasi mendalam terhadap kolaborasi seni dan lingkungan yang digagas oleh Forum Komunikasi Pelukis (FORKIS) dalam tajuk “PORKIS Peduli Lingkungan”, Sabtu, (9/5/2026) di pendopo DPRD Kota Cimahi.
Kegiatan ini dinilai bukan sekadar ajang adu kreativitas melukis, melainkan sebuah terobosan dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih peka terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Frina Novianti, perwakilan dari Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK) DLH Kota Cimahi, menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata dalam memberikan edukasi yang menyentuh sisi psikologis siswa.
Melalui media seni, pesan-pesan mengenai kebersihan lingkungan dapat tersampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan namun tetap substantif.
“Kami sangat berterima kasih kepada FORKIS karena telah melibatkan kami. Kegiatan ini luar biasa bagus karena berfokus pada pembangunan karakter siswa agar peduli terhadap lingkungannya sejak dini,” ujar Frina saat memberikan keterangan resmi.
Dalam kesempatan yang sama, Frina juga menyoroti tantangan krusial dalam pengelolaan sampah di Kota Cimahi. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi pengolahan sampah yang dimiliki pemerintah, upaya tersebut tidak akan membuahkan hasil maksimal tanpa adanya partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah di rumah masing-masing.
Kesadaran kolektif untuk memilah sampah menjadi kunci utama yang menentukan keberhasilan sistem kebersihan kota.
“Pemerintah terus berupaya mengurangi volume sampah, namun kami tidak bisa berjalan sendiri. Sebagus apa pun teknologi di Cimahi, akan menjadi sia-sia jika masyarakat tidak memilah sampah dari sumbernya. Itulah mengapa kami tidak bosan-bosannya mengimbau warga: Yuk, kita pilah sampahnya,” tambahnya.
Pihak DLH menekankan bahwa pekerjaan rumah (PR) terbesar saat ini adalah menumbuhkan kesadaran warga yang masih kurang terhadap budaya pemilahan.
Meski sebuah wilayah belum memiliki fasilitas pengolahan sampah yang lengkap, tindakan sederhana dengan menuntaskan pemilahan di tingkat rumah tangga sudah dianggap sebagai kontribusi besar bagi kelestarian lingkungan.
Menutup keterangannya, Frina kembali menegaskan pesan penting agar masyarakat menjadikan kegiatan memilah sampah sebagai kebiasaan yang tidak membosankan.
Melalui sinergi antara komunitas kreatif seperti FORKIS dan pemerintah, diharapkan pesan “Pilah Sampah” dapat tertanam kuat dan menjadi gaya hidup baru bagi masyarakat Kota Cimahi demi masa depan yang lebih bersih. (Gani Abdul Rahman)





