Proliga 2024 di GOR Si Jalak Harupat, Bandung BJB Kalahkan Gresik Petrokimia 3-2

Pj Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Bandung dan pewakilan pendukung Tim bola voli putri Bandung Bank BJB Tandamata saat menonton pertandingan di Jalak Harupat

TEROPONG INDONESIA-, Tim bola voli putri Bandung Bank BJB Tandamata mengunci kemenangan dari Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia lewat drama lima set, 3-2 (25-21, 17-25, 25-17, 19-25, 15-11) dalam lanjutan PLN Mobile Proliga 2024, di GOR Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu malam WIB.

Kemenangan ini membuat Bandung Bank bjb Tandamata mengemas dua kemenangan di kandang usai pada laga sebelumnya Shella Berneditha dan kawan-kawan juga menang tipis 3-2 atas Jakarta Popsivo Polwan.

Bupati Bandung, Komisi III DPRD Jabar dan Dirut BJB di lokasi pertandingan.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Pelatih Bank BJB, Alim Suseno mengaku gembira atas hasil yang dicapai anak asuhnya ini akan tetapi, Alim mengaku akan melakukan evaluasi karena para pemainnya banyak melakukan kesalahan di lini sendiri. Alim mengungkapkan kesalahan para pemainnya mungkin disebabkan karena faktor kelelahan dan faktor tekanan karena berstatus tuan rumah.

“Secara permainan saya kurang puas, tidak seperti waktu lawan Popsivo. Banyak kesalahan sendiri,” tambah Alim usai laga.

Kemenangan atas Petrokimia ini semakin membuka peluang lolos ke final four untuk tim juara bertahan dua kali berturut-turut tersebut. Pada klasemen sementara, Bank bjb masih berada di posisi keempat dengan poin 14, dari sembilan laga dengan hasil lima kali menang dan empat kalah.

Jumlah kemenangan Bank Bjb itu sama dengan Jakarta Pertamina Enduro, yakni lima kali menang. Tetapi, Bank Bjb hanya mengumpulkan poin 14 sementara Pertamina Enduro 16, di posisi ketiga.

Sementara itu, pelatih Petrokimia, Risco Herlambang mengatakan kalau timnya sudah berusaha maksimal. “Cederanya setter kita, Ajeng memang ada pengaruhnya bagi tim,” katanya.

Hal yang sama dikatakan salah satu pemain Petrokimia, Shintia. Menurutnya, dia dan rekan-rekannya sudah berusaha semaksimal mungkin. “Tapi ya belum rejeki,” tutur Shintia.

Baca Juga :  Menpora Dito Dukung Pengembangan Olahraga Panahan Berkuda di Indonesia

Dengan kekalahan ini, peluang Petrokimia tertutup ke final four. Dari sembilan laga, Petrokimia baru sekali menang dan delapan kali kalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *