Jurnalis Independen Bersatu Dialog “Pancasila Dan Indonesia Emas 2045” Bersama Dr. Ida Rohayani M.Pd, Ketum Perkumpulan Pendidik Pancasila & Civics

TEROPONG INDONESIA-, Dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni 2024. Organisasi Profesi Jurnalis Independen Bersatu menyelenggarakan dialog tentang “Pancasila Dan Indonesia Emas 2045” Bersama Dr. Ida Rohayani M.Pd, Ketum Perkumpulan Pendidik Pancasila & Civics. Dialog berlangsung selama 40 menit melalui sambungan telephone alat komunikasi berbasis Interconnected Network.

Dr. Ida Rohayani M.Pd, Ketum Perkumpulan Pendidik Pancasila & Civics menjelaskan pada peringatan hari Lahir Pancasila tahun ini, Perkumpulan Pendidik Pancasila & Civics menyelenggarakan Webinar, kolaborasi dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Target membumikan Pancasila. Rencana kegiatan lain juga akan dilaksanakan pada momen Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2024.

“Dalam webinar tersebut membahas tentang empat pilar kebangsaan Indonesia, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan landasan kokoh dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan keberagaman bangsa Indonesia hingga saat ini,” jelasnya kepada jurnalis media cetak dan online dari organisasi profesi Jurnalis Independen Bersatu (8-6-2024)

Dr. Ida Rohayani M.Pd menceritakan bahwa dahulu Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno sempat menyampaikan tentang Pancasila, Trisila hingga Ekasila yang artinya Indonesia dapat berdiri di atas satu prinsip, yaitu gotong royong. Namun tentang Ekasila itu, bukan artinya menghilangkan Pancasila, tetapi sebagai upaya mempermudah memahami dan mengamalkan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat.

Dr. Ida Rohayani M.Pd, sebagai dosen di perguruan tinggi di Telkom University mengungkapkan bahwa Ideologi Pancasila saat ini menyebar ke berbagai negara.

“Kalau di kampus Telkom University itu ada mahasiswa Banglades dan Afrika Barat, mereka sangat meminati mata kuliah Pancasila dan menilai sebagai ideologi terbaik dalam bernegara. Selain itu Dosen dari Universitas Charles Darwin (CDU), universitas paling multikultural di Australia, dengan mahasiswa yang berasal dari lebih dari 60 negara. Sempat membahas dalam disertasinya tentang Pancasila. Kadang kalau orang luar negeri belajar Pancasila dalam prakteknya lebih Pancasilais. Karena mereka menggangap The Best Ideologi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bertemu Pengusaha Amerika, Bupati Tiwi Optimis Purbalingga Lebih Banyak Ekspor Gula Kelapa

Menurutnya melalui proses pedagogi, andragogi maupun heutagogi dan tripusat pendidikan, nantinya Pancasila akan secara ilmiah dan alamiah berkembang di dalam negeri, bahkan ke luar negeri.

Perkumpulan Pendidik Pancasila & Civics menilai dengan adanya peran dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sebagai pihak yang berwenang mengusulkan aturan atau regulasi yang bermunculan, tetapi bertentangan dengan Pancasila. Maka BPIP bisa mengusulkan ke MA atau MK untuk dilarang diterapkan kepada masyarakat. Selain itu juga menjadi garda terdepan untuk kurasi / seleksi buku pendidikan yang membahas Pancasila. Selama berdiri BPIP memiliki peran yang strategis dalam menjaga ideologi Pancasila.

Melihat fenomena kaum mahasiswa menyuarakan kemerdekaan Palestina, Dr. Ida Rohayani M.Pd menyatakan hal itu bagian dari praktek memperjuangkan hak kemerdekaan dunia amanah dari UUD 1945. Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Apalagi Indonesia cenderung memegang prinsip bebas aktif, tidak memihak kepada blok Barat atau Timur, tetapi aktif dalam mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.

“Kalau untuk perjuangan fisik, resikonya besar, hasilnya belum tentu berdampak. Tetapi kalau melalui perjuangan diplomatik seperti boikot produk yang mendukung penjajahan itu akan berdampak lebih besar atau menjadi duta perdamain di tengah masyarakatnya yang dampaknya langsung terasa oleh semua pihak,”ucapnya

Saat ditanya tentang sila keberapa yang saat ini terkikis oleh zaman?…. Dr. Ida Rohayani M.Pd menjawab “tidak ada yang terkikis sila 1-5 itu, hanya yang ada orang-orangnya khilaf atau salah dalam menjalaninya. Misalnya dalam sila ke 1 Ketuhanan Yang Maha Esa, ada ketidakpahaman dalam mengimplementasikan Pancasila yang menyebabkan seseorang berperilaku tidak sesuai dengan nilai konsensus tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buka PEKSyar Sulbar, Wapres Minta Kegiatan Pekan Ekonomi dan Keuangan Syariah Menjadi Agenda Nasional

Dr. Ida Rohayani M.Pd menyimpulkan bahwa Pancasila akan menjadi bintang penuntun generasi Indonesia Emas 2045. Dengan bonus demografinya didukung sumber daya manusia yang cerdas dan berakhlak, mewujudkan visi misi Indonesia lebih baik, sesuai dengan sila ke 1 sampai 5.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *