Indonesia Targetkan Sebagai Produsen Halal Dunia, Muslim Life Fair Arahkan Masyarakat Beradaptasi Dengan Ekonomi Syariah

(TEROPONG INDONESIA)-, Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah terus diupayakan oleh pemerintah di Indonesia. Targetnya ke depan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia dapat berperan sebagai produsen halal.

Inza Putra, Deputy Director of Strategic Coorperation and promotion, National Committee of Islamic Economy and Finance / KNEKS menjelaskan ada 16 Kementrian / lembaga negara yang diarahkan ikut serta dalam mewujudkan ekonomi syariah di masyarakat secara luas. “Apalagi dunia global saat ini memiliki kecenderungan/keberpihakan kepada ekonomi syariah. Khususnya di Indonesia semakin meningkatnya pendirian bank berlandaskan syariah dan kegiatan ekonomi lainnya berbasis syariah,” jelasnya saat wawancara bersama media cetak dan online di lokasi, setelah membuka acara pameran produk muslim dan kuliner halal, Muslim Life Fair Bandung (Mufair) yang digelar di Bandung Convention Centre (BCC) pada 3 – 5 November 2023.

Menurutnya sudah semestinya warga negara Indonesia yang muslim dilayani dengan sistem ekonomi Syariah. Misalnya kalau beli sate, sebagai seorang muslim yang membeli harus mendapatkan haknya yaitu daging yang dibakarnya sudah disembelih secara syariah. Atau saat ingin investasi atau meminjam uang ke pihak bank harus dilayani sesuai dengan agamanya.

Selain itu perlu terus ditingkatkan tentang literasi ekonomi syariah, fasilitas dan praktek-prakteknya. Di antaranya tentang pendidikan ekonomi syariah sejak dini melalui bahan bacaan untuk anak-anak, kurikulum ekonomi syariah untuk para mahasiswa. Pemahaman tentang kewajiban zakat, aturan tentang wakaf atau waris di masyarakat yang masih belum dipraktekan secara utuh.

“Maka Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah juga mengharapkan peran media massa agar ikut serta terus memberitakan tentang ekonomi syariah. Sehingga masyarakat semakin banyak yang mengetahui atau beradaptasi kepada ekonomi syariah. Sampai ada kesadaran memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan konsistensi dan keberlanjutan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,”harapnya.

Baca Juga :  3 Upaya Promosikan Nilai-nilai Toleransi Berbasis Agama

Saat ditanya wartawan tentang ekonomi global yang cenderung berpihak kepada ekonomi syariah, namun ada negara-negara yang tidak berpihak padanya. Inza Putra mengungkapkan bahwa Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah bersama Kementrian Luar Negeri akan berupaya secara persuasif menjelaskan tentang kelebihan-kelebihannya dan tidak mundur menyampaikan kebaikan-kebaikan dari ekonomi syariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *