Langkah Diplomatik Tidak Berhasil, Khilafah & Jihad Solusi Untuk Kemerdekaan Palestina

Teropong Indonesia (Bandung)-, Kawasan Timur Tengah kembali memanas seiring dengan serangan mendadak kelompok Hamas Palestina ke Israel dekat perbatasan Gaza pada Sabtu (7/10/2023). Serangan tersebut diklaim merupakan upaya merebut kembali Tanah Air warga Palestina dari pendudukan Israel.

Utadz Hilal Kordinator Aksi Kaum Muslimin Warga Rancamanyar, Dayehkolot, Kabupaten Bandung menjelaskan saat ini Palestina keadannya sampai sekarang masih terjajah. “Awal mulanya bangsa Yahudi datang ke beberbagai negara, lalu menduduki atau merebut wilayah negara tersebut. Maka dengan adanya fakta penjajahan itu. Karenanya atau semestinya harus simpati dan mendukung perjuangan mereka mengusir bangsa Yahudi yang menjajahnya,”jelasnya kepada media cetak dan online saat melaksanakan aksi dukungan dipertigaan jembatan Citarum Rancamanyar.(12/10/2023)

Menurutnya langkah itu bagian dari cita-cita Indonesia menghapuskan penjajahan di dunia atau dari muka bumi. Maka dengan kegiatan ini merupakan upaya mendukung perjuangannya melalui menyerukan agar umat islam bersatu. Apalagi resolusi PPB atau jalur diplomatik selama ini tidak mengasilkan kemerdekaan, solusinya harus diperangi melalui khilafah dan jihad yang merupakan tujuan berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan bersatunya kaum muslimin dapat menolong sesama muslim yang terjajah. Karena satu dengan yang lain seperti satu tubuh, sehinga wajib untuk membela semampunya.

Disisi lain, aksi lanjutan berlangsung pada hari jum’at ini, Forum Ulama, Tokoh  dan Advokat menyelenggarakan “Aksi Damai Bela Palestina” berlangsung di Gedung Sate Kota Bandung.

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Pemerintah Indonesia tegas menyimpulkan akar konflik adalah pendudukan / perebutan wilayah Palestina oleh Israel. Penyelesaiannya harus dilakukan sesuai parameter yang disepakati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Andai berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB terkait konflik Palestina-Israel bisa dilaksanakan, siklus kekerasan ini sudah lama bisa dihentikan.

Baca Juga :  Komitmen Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Bupati Iskan Iskandar Deklarsi Percepatan Kurikulum Merdeka

Perang Hamas-Israel yang muncul kembali mengingatkan kondisi dunia tentang konflik lama yang belum selesai. Pedih dan beratnya dampak perang seharusnya mendorong berbagai pihak untuk segera menyelesaikan konflik itu. Jangan sampai masalah Palestina-Israel ini menjadi konflik abadi, dengan kekerasan demi kekerasan yang terus berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *