Sejumlah Sekolah Swasta di Kota Sukabumi Alami Penurunan Signifikan Jumlah Peserta Didik Di PPDB 2024

TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Tren penurunan jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah swasta pasca bergulirnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 lalu banyak terjadi dibeberapa daerah, termasuk di Kota Sukabumi.

Seperti yang dialami MA/Mts Yasmin yang beralamat di Kp. Situawi Pasir, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Kepala MA Yasmin, Usman, S.Ag., M.Si, menyebut, pada PPDB 2024 ini, sekolah yang dipimpinnya tersebut mengalami penurunan jumlah peserta didik baru yang signifikan, hingga mencapai 30 – 40 % dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunannya hingga 30 % untuk Mts, dimana tahun ini peserta didik baru untuk Mts hanya 24 orang, untuk MA malah lebih parah lagi, penurunannya mencapai 40 %, hanya ada 18 peserta didik untuk tahun ini,” ungkapnya, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (23/07/2024).

Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, selain minat calon peserta didik juga disebabkan oleh populasi pertumbuhan penduduk disekitar lokasi sekolah yang rendah.

“Pasar utama untuk Mts adalah masyarakat disekitar sekolah, kebetulan populasi anak usia SD ke SMP disekitar sekolah, tahun ini sedikit, sehingga berdampak pada jumlah siswa baru, karena kalau siswa dari daerah lain kan sifatnya penambah,” ujarnya.

Selanjutnya, terkait dengan penurunan jumlah siswa dijenjang Madrasah Aliyah, Usman menyebut hal tersebut akibat banyaknya siswa/siswi lulusan tingkat Mts, yang memilih melanjutkan ke sekolah negeri.

“Tahun kemarin, kami meluluskan 29 orang siswa Mts, dan yang melanjutkan ke MA disini cuma 8 orang, ini yang terburuk sepanjang sejarah Mts – MA Yasmin, karena dulu, 60 – 70 % bisa dipastikan akan melanjutkan disini,” ungkapnya.

Hal ini lanjutnya, selain karena ada jalur zonasi di sekolah negeri, juga ada semacam konsep kerjasama antara Dinas Sosial dengan Dinas Pendidikan, dimana nama anak dari keluarga tidak mampu akan tercatat secara otomatis disekolah negeri, jauh sebelum anak tersebut mendaftar disekolah negeri yang dituju.

“Dinsos kan punya data anak penerima Bansos, jadi mereka sudah dititipkan di sekolah – sekolah negeri, lalu, ketika anak yang berasal dari keluarga kurang mampu tersebut lulus dari SMP atau Mts, maka sudah otomatis bisa masuk di sekolah negeri, dan itupun terjadi pada siswa kami, sehingga banyak siswa kami yang memilih melanjutkan kesekolah negeri,” jelasnya.

Disinggung soal jalur zonasi dalam PPDB, Usman mengaku sangat mendukung kebijakan tersebut, menurutnya, hal tersebut sesuai dengan komitmen awal pendirian Mts/MA Yasmin, yang akan mengutamakan penerimaan siswa dari masyarakat setempat. (Rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *